Jumat, 10 April 2026

90 Persen Pencari Kerja Asal Indramayu Lebih Berminat Bekerja ke Luar Kota

Di Kabupaten Indramayu, jumlah pabrik masih sedikit dan belum cukup menampung jumlah para pencari kerja.

Tribun Jabar/Handhika Rahman
Para pencari kerja mengantre membuat kartu kuning atau kartu AK/1 di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (4/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU- Mayoritas para pencari kerja di Kabupaten Indramayu lebih memilih bekerja di luar kota.

Hal tersebut disampaikan Petugas Antar Kerja Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, Sugiman kepada Tribuncirebon.com, Senin (4/7/2022).

Jika dirata-rata, ucapnya, hanya 10 persen saja pencari kerja yang berminat bekerja di dalam kota Indramayu.

"Rasionya jauh, mungkin 90 dibanding 10 persen. Mayoritas didominasi ingin mencari kerja di wilayah Cikarang, Bekasi, Karawang, dan Subang," ujar dia.

Adapun alasan para pencari kerja itu, kata Sugiman, karena mayoritas dari mereka ingin bekerja di pabrik-pabrik.

Baca juga: Antrean Panjang Pencari Kerja di Disnaker Indramayu, Sampai Ada yang Berdiri dan Duduk di Parkiran

Di Kabupaten Indramayu, jumlah pabrik masih sedikit dan belum cukup menampung jumlah para pencari kerja.

"Alasan mereka katanya pengen kerja di pabrik, kalau di sini kan rata-rata seperti marketing dan lain-lain itu kurang diminati oleh mereka," ujar Sugiman.

Walau sudah banyak pekerja merantau ke luar kota, ucapnya, serapan tenaga kerja asal Kabupaten Indramayu masih rendah.

Dari jumlah pencari kerja yang memohon untuk pembuatan kartu kuning atau kartu Antar Kerja/AK 1 hanya sekitar 20 persennya saja yang sudah diterima kerja baik di dalam maupun luar kota.

Dalam hal ini, lanjut dia, pihak Disnaker pun sebenarnya sudah melalukan upaya dengan membuka pendaftaran Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan keterampilan kerja para pencari kerja.

Baca juga: Hari Ini, Para Calon Pencari Kerja Ramai-ramai ke Polres Sukabumi Kota Urus SKCK

Para pencari kerja asal Kabupaten Indramayu pun mempunyai keterampilan dan keahlian untuk bersaing saat terjun di dunia pekerjaan nanti.

"Solusinya kami juga membuka pelatihan untuk menunjang keterampilan para pencari kerja, agar mereka juga punya daya saing nantinya," ujar dia.

Sementara itu, salah seorang pemohon kartu kuning, Nuni Barokah (18) mengaku ingin membuat kartu kuning untuk melamar pekerjaan.

Warga Desa Sudimampir, Kecamatan Balongan tersebut berniat ingin melamar kerj di sebuah pabrik boneka di wilayah Kabupaten Subang.

"Pengen coba melamar di pabrik di Subang, alhamdulillah di sana juga ada teman, soalnya nyari kerja di sini susah," ujar dia.

 

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved