Puluhan Calon Haji Dideportasi dari Arab Saudi, Pakai Jasa Perusahaan Travel di Bandung Barat

Puluhan calon haji itu yang dideportasi itu dilaporkan menmakai jasa PT Alfatih Indonesia Travel yang beralamat di Kecamatan Lembang, Bandung Barat

Dokumentasi Tribun Jabar
ILUSTRASI- koper calon haji dari Purwakarta yang digantungi benda-benda unik agar tidak tertukar 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT- Sebanyak 46 calon haji dideportasi dari Tanah Suci karena masalah visa.

Mereka adalah calon haji furoda atau orang yang berangkat haji lewat kuota undangan Raja Arab Saudi.

Puluhan calon haji itu dilaporkan menggunakan jasa perusahaan PT Alfatih Indonesia Travel yang beralamat di Jalan Panorama 1 Nomor 37, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Padahal, PT Alfatih Indonesia Travel tidak terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Dari Indonesia, 46 calon haji itu menumpang pesawat Garuda Indonesia dan tiba di Jeddah pada Kamis, 23.20 waktu Arab Saudi.

Kini, mereka telah dipulangkan dari Tanah Suci.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) KBB, Didin Saepudin, mengatakan sedang mengumpulkan data-data tentang informasi puluhan calon haji tersebut.

Baca juga: 60 Calon Haji Kloter 42 asal Kota Tasikmalaya Diberangkatkan Menuju Embarkasi

"Kami sama sekali belum tahu soal itu. Kemungkinan dia oknum karena kami dari Kemenag KBB belum tahu informasinya," ujar Didin saat dihubungi, Minggu (3/7/2022).

Didin mengatakan, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang berangkat melalui Kemenag KBB merupakan mitra penyelenggaraan haji yang memiliki izin resmi dari Kemenag.

"Kalau yang dikelola Kemenag itu pastinya KBIHU yang sudah berizin. Nah apalagi itu (PT Alfatih Indonesia Travel) tidak terdaftar di Kemenag pusat, jadi itu di luar kewenangan kami," kata Didin.

Didin menyebutkan, Kemenag belum bisa berbuat banyak karena masih mengumpulkan keterangan mengenai informasi tersebut.

Baca juga: Makkah Mulai Dipadati Jemaah Haji, Satu Juta Orang Akan Beribadah Agar Menjadi Haji Mabrur

Disinggung soal penindakan, hal itu menjadi ranah kepolisian jika terbukti ada unsur pelanggaran hingga pidana.

"Kalau ada pelanggaran artinya itu jadi ranahnya kepolisian, karena kalau kami sama sekali tidak tahu," ucap Didin.

Dihubungi teplisah, Kapolsek Lembang AKP Hadi Mulyana, menyatakan polisi belum menerima laporan terkait adanya perusahaan tidak resmi di Lembang, Bandung Barat yang memberangkatkan puluhan jemaah.

"Belum ada info soal itu. Kita cek dulu ya ke alamat lokasi itu," kata Hadi.

Penulis : Kontributor Bandung Barat dan Cimahi, Bagus Puji Panuntun

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "46 Calon Haji yang Dideportasi Berangkat Lewat Perusahaan Jasa Tak Resmi di Bandung Barat"

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved