Buncis Kenya dari Desa Cipanjalu Kabupaten Bandung Dipasarkan ke Singapura

Harga kacang prancis stabilnya antara Rp 15 ribu sampai Rp 25 ribu per kilogram. Jika kualitas bagus, harga buncis kenya bisa Rp 30 ribu per kilogram

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Gungun (kiri), petani buncis kenya atau kacang prancis di Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, sedang memanen, Minggu (3/7/2022). 

Laporan Wartwan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Buncis asal Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, berhasil diekspor ke Singapura.

Buncis itu bukan buncis lokal yang sering ditemukan di pasar tradisional, melainkan buncis kenya atau kacang prancis.

Sepintas tak ada perbedaan antara buncis kenya dengan buncis biasa.

Jika diperhatikan lebih seksama, ukuran kacang prancis lebih kecil dan tanamannya lebih pendek.

Walau lebih kecil, buncis kenya memiliki keunggulan rasa yang renyah jika dimakan mentah dan tahan lama.

Tanaman buncis kenya pun bisa bertahan hidup meski ditanam di bawah pohon besar.

Baca juga: Cukup Diminum Dua Hari Sekali Secara Rutin, Jus Buncis Bisa Usir Darah Tinggi, Begini Cara Buatnya

Petani buncis kenya di Kabupaten Bandung, Gugun Gunawan, mengatakan tanaman buncis kenya paling tinggi 50 centimeter, sedangkan buncis lokal tinggi mencapai 1 meter.

"Hasilnya juga disebut  (bayi), kalau yang biasa panjang. Rasanya lebih renyah dan kualitasnya tahan lama. Kalau yang lokal itu, mohon maaf, selalu ada yang beda dan enggak tahan lama," kata Gugun sembari memanen buncis kenya, di kebunnya  di Desa Cipanjalu, Minggu (3/7/2022).

Keunggulan buncis kenya, kata Gungun, lebih cepat panen dan bisa ditanam di mana saja, di bawah sinar matahari langsung atau di tempat teduh.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved