SOSOK Bobotoh yang Jadi Korban Penganiayaan hingga Meninggal, Anak Yatim Tulang Punggung Keluarga

Supyani (24) pemuda asal Kampung Gentong RT 02 RW 05 Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, merupakan anak yatim.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Giri
Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin
Amun, kakak ipar Supyani yang jadi korban penganiayaan hingga meninggal dunia di Jalan Raya Jayanti, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Jumat (1/7/2022) malam. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Supyani (24) pemuda asal Kampung Gentong RT 02 RW 05 Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, merupakan anak yatim.

Dia tulang punggung keluarga.

Supyani mengalami nasib nahas menjadi korban penganiayaan gerombolan bermotor di Jalan Raya Jayanti, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Jumat (1/7/2022) malam.

Kakak ipar korban, Amun (38), mengatakan, korban dikenal sebagai sosok yang baik. Dia bekerja berjualan ikan pindang keliling.

Dari hasil kerjanya itu dipakai untuk kebutuhan sehari-hari bersama ibunya dan membiayai tiga adiknya. Satu adiknya saat ini berada di pesantren.

"Supyani masih single, biasa dipanggil Aray. Kalau keseharian dia itu anaknya terlalu baik. Dia tulang punggung keluarga, dia anak yatim, dia biayai adiknya lagi mesantren yang paling kecil itu, biayai ibunya. Dia anak kelima dari tujuh bersaudara," ujar Amun di rumah duka, Sabtu (2/7/2022).

Supyani menjadi korban penganiayaan sekitar pukul 20.30 WIB.

Suasana di rumah duka korban penganiayaan di Kampung Gentong RT 02 RW 05 Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Sabtu (2/7/2022). Korban dianiaya saat akan nonton bareng pertandingan Persib Bandung.
Suasana di rumah duka korban penganiayaan di Kampung Gentong RT 02 RW 05 Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Sabtu (2/7/2022). Korban dianiaya saat akan nonton bareng pertandingan Persib Bandung. (Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin)

KBO Reskrim Polres Sukabumi, Ipda Ruskan mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi.

"Iya betul (korban meninggal dibacok), sama-sama mengendarai sepeda motor. Korban dipepet dan selanjutnya korban dianiaya diduga menggunakan sajam, luka tusuk. Dari tadi malam hingga siang ini penyidik masih periksa saksi-saksi dan anggota opsnal masih di lapangan," ucapnya.

Baca juga: Kata Daisuke Sato Setelah Saksikan Persib Bandung Kalah, Hanya Duduk di Bangku Cadangan

Sebelum peristiwa nahas itu, Amun mengataka, korban saat itu pamit untuk pergi nonton bareng (nobar) Persib Bandung. Persib main melawan PS Sleman di perempatfinal Piala Presiden 2022, Jumat (1/7) malam.

Amun mengaku ia tiba-tiba mendapatkan kabar adik iparnya sudah ada di RSUD Palabuhanratu dalam keadaan meninggal dunia.

Lokasi kejadian pengeroyokan yang membuat satu orang meninggal dunia di Jalan Jayanti, Kampung Jayanti RT 02 RW 04 Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (2/7/2022). Peristiwa terjadi pada Jumat (1/7/2022) malam.
Lokasi kejadian pengeroyokan yang membuat satu orang meninggal dunia di Jalan Jayanti, Kampung Jayanti RT 02 RW 04 Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (2/7/2022). Peristiwa terjadi pada Jumat (1/7/2022) malam. (Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin)

"Iya katanya tadi mau nonton Persib ramai-ramai di sana (Palabuhanratu). Sampai situ saya kurang paham. Saya tahunya dia sudah meninggal. Kalau saya kan enggak tahu-menahu karena tadinya saya lagi mancing sama kakak, ada undangan. Ada kejadian, katanya, ternyata (korban) sudah ada di rumah sakit, sudah meninggal," ujar Amun saat ditemui di rumah duka.

Amun mengatakan, keluarga berharap polisi segera menangkap pelaku agar bisa diberikan hukuman setimpal sesuai undang-undang yang berlaku.

Baca juga: Darah Berceceran di Lokasi Penganiayaan di Sukabumi, Satu Orang Meninggal, Pelaku Gerombolan Motor

"Cuma harapan saya ini saja ada tiga soal. Nomor satu mudah-mudahan dipercepat sesuai aturan hukum, pelakunya tertangkap. Nomor kedua (pelaku dihukum) sesuai dengan aturan hukum undang-undang berlaku. Yang ketiga, saya tolong jangan sampai ada balas dendam. Saya itu aja dari keluarga," ucapnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved