Hindari Razia Pekat, Wanita di Cirebon Pura-pura Pingsan, Ternyata Bukan Kali Pertama Terjaring

Sebanyak 17 pasangan bukan suami istri terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) Satpol PP Kabupaten Cirebon

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Dua petugas Satpol PP Kabupaten Cirebon saat membantu wanita yang pura-pura pingsan dalam razia pekat di indekos Jalan Tuparev, Desa Kertawinangun, Kabupaten Cirebon, Kamis (30/6/2022) malam. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sebanyak 17 pasangan bukan suami istri terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) Satpol PP Kabupaten Cirebon, Kamis (30/6/2022) malam.

Razia pekat tersebut tampak menyasar sejumlah indekos di kawasan Jalan Tuparev, Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.

Para petugas terlihat mengetuk satu-persatu kamar di tiap indekos dan menemukan pasangan bukan suami istri berada dalam satu kamar.

Baca juga: Nyamar Jadi Kurir Paket saat Razia Pekat, Satpol PP di Cirebon Amankan 10 Pasangan Bukan Suami Istri

Saat itu, petugas pun meminta pasangan tersebut menunjukkan kartu identitasnya, namun hampir semuanya mengaku tidak membawanya.

Karenanya, petugas pun langsung mengangkut mereka ke Kantor Satpol PP Kabupaten Cirebon untuk dimintai keterangan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Kabid Tibumtranmas Satpol PP Kabupaten Cirebon, Dadang Priyono, mengatakan, seluruh pasangan yang terjaring razia langsung didata.

Menurut dia, 17 pasangan bukan suami istri yang diamankan dalam razia pekat tersebut hampir semuanya dari segi usia tergolong masih muda.

"Penindakannya memanggil orang tuanya untuk dibina oleh keluarganya, karena mereka usianya masih muda," kata Dadang Priyono saat ditemui usai razia.

Dalam razia itu pun, wanita berkaus hitam tampak pingsan saat digiring ke mobil Satpol PP Kabupaten Cirebon dari salah satu indekos di Desa Kertawinangun yang berbatasan dengan Kota Cirebon.

Dua petugas pun terlihat membantu saat wanita tersebut terduduk lemas di depan kamarnya. Namun, ketika hendak digendong gesturnya terlihat menepis tangan petugas.

Baca juga: Di Depan Polisi, Pemuda Ini Banting Knalpot Bising Senilai Rp 2,5 Juta Saat Terjaring Operasi Patuh

Rupanya, wanita yang terjaring razia pekat beberapa kali itu berpura-pura pingsan untuk mengelabui petugas agar tidak diangkut.

Pasalnya, ia kedapatan berada di dalam kamar bersama pemuda yang juga sempat menolak saat hendak diamankan Satpol PP Kabupaten Cirebon.

Pemuda itu mengakui wanita tersebut merupakan teman kencan yang didapatnya dari aplikasi MiChat dan sengaja menyewa kamar di indekos tersebut.

"Yang bersangkutan pernah terjaring razia pekat, dan dari data kami juga kerap mencari teman kencan melalui aplikasi ponsel," ujar Dadang Priyono.

Karenanya, pihaknya pun bakal menerapkan sanksi tipiring terhadap muda-mudi tersebut untuk memberikan efek jera agar tidak mengulangi tindakan asusila.

Ia mengakui, kerap menjaring pasangan bukan suami istri yang pernah tertangkap hingga beberapa kali dalam razia pekat sebelumnya.

"Dalam kasus seperti itu, kami mengupayakan untuk menyeret mereka ke ranah tindak pidana ringan atau tipiring," kata Dadang Priyono.

Baca juga: Ratusan Remaja di Tasik Terjaring Razia Operasi Patuh Lodaya, Motor Diangkut Tronton ke Mapolres

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved