Tolak Miras, DPRD Jabar Kedepankan Dakwah Bil Hikmah

DPRD Jabar mengedepankan Dakwah Bil Hikmah dan sepakat menolak minuman keras (miras)

DOK DPRD JABAR
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jabar Ihsanudin 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Keberadaan minuman keras tidak berhenti menghantui tatanan sosial masyarakat. Mulai dari warga yang tewas karena oplosan, hingga dugaan praktik penistaan agama yang dilakukan klub malam Holywings, itu semua dipicu oleh keberadaan minuman beralkohol.

Itulah yang memicu keprihatinan Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jabar Ihsanudin.

Termasuk di daerah pemilihannya, Kabupaten Karawang, belum lama ini, ditemukan kasus tewasnya 9 orang karena mengonsumsi miras oplosan.

Kebayakan dari mereka yang menjadi korban miras oplosan, berasal dari kelompok masyarakat ekonomi bawah.

Karena faktor ekonomi, para korban harus membeli miras oplosan, karena tidak mampu membeli miras bermerk.

Baik miras oplosan atau bukan, semua pihak sepakat bahwa minuman beralkohol memiliki risiko berbahaya bagi kesehatan manusia.

Bahkan dalam agama Islam, miras dikategorikan sebagai barang haram.

Menurut Ihsanudin, fenomena itu harus menjadi alarm bagi semua pihak, untuk lebih gencar mengampanyekan bahayanya miras

‘’Peredaran miras memang tidak dilarang sepanjang penjualnya mengantongi izin. Namun, kita semua tahu bahwa barang itu sangat merusak masyarakat,’’ ujar Ihsanudin, Kamis (30/6).

Ia mengatakan jika dikonsumsi, miras dapat merusak ahlak, akal sehat, hingga tindakan intoleran.

Wakil rakyat yang dekat dengan kaum pemuda itu, meminta semua pihak tidak lengah dengan bahaya miras, baik yang beredar di pasaran atau di tempat hiburan malam.

Kata dia, miras tidak sekadar minuman yang memabukan, namun bisa merusak budaya.

‘’Jangan sampai miras ini dianggap budaya bagi pengonsumsinya, dan dianggap bukan maksiat,’’ tambahnya.

Risiko dari miras akan melebar ke hubungan antarmasyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved