Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Ridwan Kamil Ikut Tanam Mangrove di Pantai Pondok Bali 

Sebanyak 5.000 batang mangrove ditanam di Pantai Pondok Bali, Desa Mayangan, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang, Kamis (30/6/2022). 

Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Ahya Nurdin
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (kanan), saat menanam mangrove di Pantai Pondok Bali, Desa Mayangan, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang, Kamis (30/6/2022).  

Kontributor Tribunjabar.id Subang, Ahya Nurdin


TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Sebanyak 5.000 batang mangrove ditanam di Pantai Pondok Bali, Desa Mayangan, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang, Kamis (30/6/2022). 

Penanaman mangrove itu merupakan bagian peringatan puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Jawa Barat.

Hal itu juga menjadi komitmen Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jabar untuk terus meningkatkan penanaman mangrove di pesisir pantai utara Jawa Barat.

Mangrove  di pantai utara Jawa Barat kondisinya sudah sangat memperihatinkan.

Penanaman mangrove ini atas kerja sama DLH Provinsi Jawa Barat dengan Yayasan Wanadri, PT Migas Hulu Jabar (MUJ), PT Migas Hulu Jabar (MUJ) ONWJ, dan PT Biofarma.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di sela-sela menanam mangrove di Pantai Pondok Bali, mengatakan, di Desa Mayangan Subang telah terjadi pengurangan luasan mangrove yang signifikan sejak tahun 1999 hingga tahun 2016.

Bersamaan dengan berkurangnya luasan mangrove, garis pantai bergeser ke darat hingga 1,5 kilometer sejak tahun 2002 hingga tahun 2014.

"Penanaman mangrove diharapkan menjadi pemantik kolaborasi dan sinergi seluruh pihak dalam pengelolaan lingkungan melalui pelestarian mangrove, khususnya di kawasan pesisir pantai utara Jawa Barat," kata Ridwan Kamil.

Baca juga: Jadwal Perempatfinal Piala Presiden 2022, Dibuka Persib Bandung Versus PS Sleman Besok Malam

Berdasarkan data dari DLH Jabar, katanya, saat ini sebanyak 90 persen dari 43.362,09 hektare ekosistem mangrove di pantai utara Jawa Barat mengalami kerusakan dan penurunan jenis serta sebarannya. 

"Kerusakan ini juga terjadi di pesisir pantai di Subang. Berdasarkan data Landsat tahun 2016, luas mangrove di Kabupaten Subang sebesar 344,5 heltare kondisinya dalam keadaan rusak atau jarang baik, di Kecamatan Ciasem ataupun di Kecamatan Legonkulon, katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Prima Mayaningtyas, menyampaikan, di Desa Mayangan sebanyak 11 hektare kawasan pesisir tergenang air laut. Sehingga diperlukan upaya pencegahan agar wilayah yang tergenang tidak semakin bertambah. Satu di antara caranya melalui penanaman mangrove ini.

"Kita tak ingin pesisir pantai utara Jawa Barat terus terkikis oleh abrasi. Hingga saat ini sudah 90 persen tanam mangrove di pesisir utara Jabar rusak," ucapnya.

Baca juga: Tiga Pemotor yang Menerobos Palang Pintu Perlintasan Kereta Api di Cimahi Terancam Dipenjara

Prima mengatakan, acara penanaman pohon ini bukan hanya sebatas seremonial, melainkan perlu kesadaran dari semua pihak membantu menjaga keberlangsungan mangrove untuk mempertahankan wilayah pesisir dari genangan air laut.

"Saya mengajak semua elemen masyarakat, untuk sama-sama menjaga dan melestarikan tanaman mangrove dan mengajak untuk terus berlanjut menanam mangrove, agar pesisir pantai utara Jawa tidak terus habis tergerus abrasi. Karena, dengan menanaman mangrove, bisa mencegah abrasi," ucapnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved