Jalan Lintas Hutan Cisoka-Cibugel Sumedang Akan Dibangun, Akses untuk Warga Akan Lebih Cepat

Jika tidak menggunakan jalan ini, warga yang ingin menuju ke pusat kota Sumedang harus memutar lebih jauh ke Kecamatan Darmaraja, atau ke Garut

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
tribunjabar/deddi rustandi
ILUSTRASI - JALAN RUSAK : Jalan akses menuju Kecamatan Cibugel dari Sumedang via perkebunan teh Margawindu bakal dipernaiki dan diaspal hotmiks serta beton. Disiapkan Rp 8 miliar untuk mmeperbaiki jalan Citengah-Cisoka sepanjang 6,3 km yang saat ini kondisinya rusak berat. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sebuah jalan setapak melintasi pinggiran hutan Gunung Kareumbi akan dibangun Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Jalan itu memang telah ada dan sering dipakai warga dari Cisoka di Kecamatan Sumedang Selatan ke Cibubut di Kecamatan Cibugel, maupun sebaliknya.

Jalan ini merupakan satu-satunya akses untuk lebih cepat sampai ke dua tempat itu.

Baca juga: Daftar 22 Jalan di Jakarta yang Diubah Namanya, 5,6 Ribu Warga Jakarta Harus Ganti KTP

Jika tidak menggunakan jalan ini, warga yang ingin menuju ke pusat kota Sumedang harus memutar lebih jauh ke Kecamatan Darmaraja, atau ke Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.

"Jalan Cisoka-Cibubut-Cibugel akan kami bangun," kata Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, Kamis (30/6/2022).

Jalan yang sudah ada dan sering dipakai kondisinya sangat rusak. Jalan itu lebarnya hanya selebar sebuah mobil.
Jip bisa dengan mudah melintas, namun kendaraan truk mesti pelan dan dikemudikan sangat hati-hati.

Melintasi jalan ini dengan sepeda motor trail, perlu waktu sekitar 45 menit dari Cisoka ke Cibubut. Jalannya terahal berbatu.

"Tapi begitu jalan dibuka, dibangun, tekanan sosial ekonomi akan tinggi, akan lebih banyak orang melintas," kata Bupati.

Efeknya adalah kelestarian hutan. Bupati berpesan siapapun yang melintas ke jalan itu harus berani menjaga kelestarian hutan.

"Jaga alam dan lingkungan, memang dari 511 hektare lahan hutan, baru seperen yang dibangun," katanya.

Bupati merujuk kepada lahan hak guna usaha (HGU) perkebunan yang saat ini terjadi alih fungsi lahan di HGU itu.

Baca juga: Makin Gemes! Ameena Pakai Jersey Real Madrid, Atta Halilintar: Jangan Salah Jalan

Alih fungsi lahan sempat menjadi polemik berkepanjangan dan saling tuding antar pejabat di Sumedang setelah alih fungsi itu berakibat pada banjir bandang di kawasan Desa Citengah, Sumedang Selatan, beberapa waktu lalu.

"Jangan ada lagi alih fungsi," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved