Belanja Online di Asia Tenggara Meningkat, UKM Indonesia Bisa Tembus Pasar Ekspor Lewat Digitalisasi

Tren belanja online yang meningkat mengamplikasi kesempatan para pelaku UKM di Indonesia/shipper untuk memperluas ekspornya.

Tribun Jabar/ Muhamad Nandri Prilatama
Perilaku berbelanja online lintas negara tercatat semakin meningkat di konsumen Asia Tenggara. Tren ini mengamplikasi kesempatan para pelaku UKM di Indonesia/shipper untuk memperluas ekspornya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perilaku belanja online lintas negara tercatat semakin meningkat di konsumen Asia Tenggara.

Tren ini mengamplikasi kesempatan para pelaku UKM di Indonesia/shipper untuk memperluas ekspornya.

Kondisi ini hasil catatan salahsatu perusahaan jasa pengiriman last-mile terkemuka di Indonesia, Ninja Xpress bersama DPD Group dalam laporan e-commerce southeast Asia (SEA) Barometer report 2021-uncovering SEA online shoppers & delivery preference.

Baca juga: Kembangkan Usaha, Al Masoem Buka Pabrik AMDK di Majalengka, Diresmiken Menteri Koperasi dan UKM

Terjadi peningkatan sekitar 70 juta pembeli online di Asia Tenggara dan jumlahnya diperkirakan mencapai 380 juta pada 2026, sehingga memperkuat dasar bagi shipper untuk raih pasar ekspor regional dengan maksimalkan digitalisasi.

Chief Marketing Officer Ninja Xpress, Andi Djoewarsa menyampaikan bahwa pihaknya pada awal 2022 dalam 12 bulan terakhir sepanjang 2021 mencatat rata-rata pengiriman lebih dari 1 juta paket setiap harinya ke seluruh Indonesia.

Jumlah ini, naik lebih dari 65 persen dibanding tahun sebelumnya yang membuktikan frekuensi pembelian online tinggi karena pertumbuhan e-commerce yang luar biasa.

"Kami melakukan berbagai hal, semisal memodernisasi sistem penyortirannya dengan mesin dimension weight and scanning (DWS) sistem agar hasil penghitungan paket lebih akurat dan efisien. Kami berencana menambah 200 mesin DWS pada tengah 2022 agar lebih dapat mengakomodasi kebutuhan volume paket shipper di seluruh Indonesia," katanya, Kamis (30/6/2022).

Dia juga menyebut digitalisasi dapat menjadikan katalisator bagi UKM untuk memperluas pasar ke luar negeri dan saat ini momen tepat bagi UKM untuk kembali berbenah merencanakan imovasi produk, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, dan pemasaran.

Baca juga: BPI Genjot Digitalasi di Sekolah: Materi Pelajaran, Keuangan Hingga Laporan ke Ortu Serba Digital

"Kami siap membantu mengantarkan kesuksesan untuk para UKM Indonesia dengan harapan menjadi mitra dalam setiap tahapan petumbuhan bisnis shipper lewat berbagai layanan, di antaranya Creative Business Solutions, yaitu layanan foto dan video produk profesional yang tersedia di beberapa kota besar di Indonesia, pelatihan bisnis melalui KURASI dan AKSILERASI, hingga pinjaman modal bekerja sama dengan layanan keuangan," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved