Pemkot Bandung Akan Rehabilitasi 1.051 Rumah Tak Layak Huni Tahun Ini, Terbanyak di Bojongloa Kidul

Kabar gembira bagi warga Kota Bandung yang tinggal di rumah tidak layak huni (rutilahu) karena akan direhabilitasi di tahun ini.

Penulis: Tiah SM | Editor: Giri
Tribun Jabar/Yongky Yulius
ILUSTRASI - Kabar gembira bagi warga Kota Bandung yang tinggal di rumah tidak layak huni (rutilahu) karena akan direhabilitasi di tahun ini. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kabar gembira bagi warga Kota Bandung yang tinggal di rumah tidak layak huni (rutilahu) karena akan direhabilitasi di tahun ini.

Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Bandung, Nunun Yanuati, mengatakan, program rehabilitasi rutilahu rutin diadakan setiap tahun dengan beberapa tahapan dan skema.

"Pendanaannya ada yang dari Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dan reses. Ada juga dari provinsi dan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dari pusat," ujar Nunun, Rabu (29/6/2022).

Menurut Nunun, untuk rehabilitasi tahun ini, prosesnya masih dipersiapkan melalui surat keputusan wali kota. 

"Berdasarkan data DPKP, total unit rutilahu di Kota Bandung yang telah direhabilitasi sejak 2018-2021 sejumlah 8.306 rumah," ujarnya.

Baca juga: Pengikut Khilafatul Muslimin di Purwasuka Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI, Jumlah 600 Orang

Perinciannya, rumah yang direhabilitasi tahun 2018, sebanyak 3.298 unit. Lalu, di tahun 2019 sebanyak 3.119 unit,. Pada 2020, merehabilitasi 969 unit. Terakhir, di tahun 2021, sebanyak 920 unit.

"Targetnya tahun ini kami akan merehab 1.051 unit dengan rencana anggaran sekitar Rp 19,8 miliar," ujarnya.

Di Kota Bandung yang memiliki 30 kecamatan, wilayah yang terbanyak rutilahu adalah Kecamatan Bojongloa Kidul, sebanyak 425 rumah.

Menurut Nunun banyaknya rutilahu karena padatnya jumlah penduduk dan bangunan sehingga banyak rumah yang masuk dalam kategori rutilahu.

Baca juga: Umuh Muchtar Minta Pemain Persib Bandung Tak Remehkan PS Sleman, Berpeluang Jumpa Arema FC

"Syarat tidak layak huni secara fisik bangunan, yakni aladin (atap lantai dinding). Biasanya rutilahu ini tidak ada tulangan di kolong-kolongnya dan tak ada fondasi. Bangunannya jadi gampang goyang," ucapnya.

Katagori rutilahu lainnya tidak ada pencahayaan dan sanitasi.

Juga tidak ada septic tank, serta dinding berlubang, atap bocor, dan lantai masih tanah. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved