Pabrik Mi Berformalin yang Digerebek Polisi di Margaasih Bandung, Ternyata Sudah 4 Tahun Beroperasi

Pabrik mi berformalin di Kampung Pangkalan, Desa Rahayu, Margaasih, Kabupaten Bandung, yang digerebek polisi ternyata sudah berproduksi 4 tahun

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo (kanan), saat berada di pabrik mi mengandung formalin di Kampung Pangkalan, Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (29/6/2022). (Dok. Humas Polresta Bandung) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pabrik mi berformalin di Kampung Pangkalan, Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, yang digerebek polisi, Rabu (29/6/2022), ternyata sudah berproduksi selama 4 tahun.

Kasat narkoba Polresta Bandung, Kompol Andi Alam, mengaku, pihaknya telah melakukan penyelidikan selama satu bulan karena pabrik mie tersebut aktivitasnya mencurigakan.

"Setelah itu kita melakukan tes awal terkait makanan yang sudah beredar di masyarakat, berupa mie. Hasil tes positif formalin, zat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia," ujar Andi, di tempat kejadian perkara.

Andi mengaku, pihaknya baru melakukan pemantauan, dan hari ini berhasil mengamankan 1 tempat produksi mie beformalin, dengan bahan bakunya.

"Sehari produksi 2 ton untuk barang bukti pada saat kami tangkap tangan, di sini ada 1,5 ton, mie yang akan siap dikirim ke beberapa pasar," kata Andi.

Menurut Andi, peredaran mie berformalin itu masih di sekitar Kabupaten Bandung.

"Kalau keuntungan, kami gak bisa sebutkan karena menjadi motif kepada masyarakat. Yang pasti makanan yang mengandung bahan- bahan berbahaya ini, memang dilarang secara undang-undang dan memang tidak baik untuk kesehatan," tuturnya. 

Andi mengatakan, untuk konsumsi terkait formalin sendiri dalam jangka waktu panjang, bisa menyebabkan kanker dan juga berujung kematian.

"Ini murni hasil penyelidikan, bahkan tadi kita juga sempat meminta keterangan dari warga, kalau aktivitas di sini tertutup ada cctv di luar sana. Contoh nya beli air galon aja dia gak pesan tapi beli keluar," ujarnya.

Baca juga: Pemilik Pabrik Rumahan Mi Berformalin di Kawalu Kota Tasikmalaya Kini Jadi Tersangka


Jadi, kata Andi, aktivitas pabrik tersebut benar tersembunyi, masyarakat taunya ini tempat produksi siomay. 


"Ini (produksinya) sudah 4 tahun," kata dia.


Dari kejadian tersebut, menurutnya, pihaknya untuk sementara sudah mengamankan saksi, sebanyak tiga belas orang, dan pelaku satu orang. 


"Saksi ini yang kerja, tersangka sudah ada, perannya sebagai pemilik inisial (Y)," ucapnya.  

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved