Balasan Surat ke Presiden Jokowi, Perwakilan Kemenlu Kunjungi Keluarga Almarhumah TKW Cianjur

Dari obrolan singkat dengan keluarga TKW Cianjur itu, dua perwakilan Kemenlu tersebut sengaja bersilaturahmi

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Perwakilan Kementerian Luar Negeri mendatangi keluarga almarhumah Evi Novianti yang merupakan TKW Cianjur di Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Rabu (29/6/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR- Setelah keluarga almarhumah Evi Novianti mengirim surat ke Presiden Jokowi, perwakilan Direktorat PWNI Kementerian Luar Negeri mendatangi rumah keluarga TKW Cianjur itu di Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Rabu (29/6/2022).

Dua perwakilan Kemenlu tersebut didampingi oleh Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur, Kejaksaan Negeri Cianjur, dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cianjur.

Dari obrolan singkat dengan keluarga TKW Cianjur itu, dua perwakilan Kemenlu tersebut sengaja bersilaturahmi dan menyampaikan duka cita.

"Kedatangan kami untuk bersilaturahmi dan menyampaikan duka cita langsung kepada pihak keluarga. Intinya kewajiban sebagai orang hidup kepada almarhumah sudah dilakukan dengan menguburkan langsung jenazah begitu mendapat kabar di tahun 2020," ujar Ahmad kepada keluarga.

Perwakilan Kemenlu ini mengatakan sudah empat kali berkirim surat setiap perkembangan persidangan selalu diinformasikan.

"Jadi supaya semua transparan, sekarang lagi proses di mahkamah kasusnya," katanya.

Baca juga: Ibu di Cianjur Tulis Surat untuk Jokowi, Pertanyakan Nasib Kasus Perampasan Nyawa Anaknya yang TKW

Perwakilan Kemenlu juga sudah bertemu dengan Disnaker Cianjur dan melengkapi dokumen yang masih  kurang.

Perwakilan keluarga, Ade Suherlan, mengatakan keluarga sebenarnya sudah lama menanti kesepakatan uang diyat sebagai pengganti dari hukuman mati yang sudah disampaikan pihak keluarga ke persidangan di Arab Saudi.

"Kami sempat berembuk. Keluarga orangtua almarhumah di Cianjur tinggal di rumah tak layak huni, tentu kami sepakat mengganti hukuman mati tersebut dengan uang diyat, kami berharap uang diyat secepat mungkin karena keluarga sudah dua tahun tiga bulan menanti," kata Ade.
.
Ade juga mendapat penjelasan kalau proses hukum dalam kasus pembunuhan di sana bisa sangat lama bisa, 4-8 tahun.

"Begitu mendapat penjelasan seperti itu tentu keluarga berharap ada kejelasan secepatnya," katanya.

Baca juga: TKW Indramayu Sudah 11 Tahun Tak Ada Kabar, Keluarga sampai Minta Bantuan Dukun

Ade menyebut pelaku sudah ada kesanggupan membayar diyat dan keluarga di Cianjur sudah merelakan kejadian itu sebagai musibah.

Yang terpenting saat, ini menolong orang tua almarhumah TKW Cianjur itu yang hidup kesulitan di rumah tak layak huni.

"Sudah kami anggap musibah apalagi keadaan keluarga seperti ini, selain menanti uang diyat, hak keluarga selama bekerja di sana 10 tahun juga belum dikirim," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved