Kendaraan Bermotor Penyebab Jakarta Jadi Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia

Tingginya volume kendaraan bermotor di kota besar mengakibatkan Index Standar Pencemar Udara (ISPU) atau Pollutant Standard Index (PSI) cenderung lebi

Editor: Ravianto
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
Jalan Percetakan Negara No.29, Johar Baru, Jakarta Pusat. Tingginya volume kendaraan bermotor di kota besar mengakibatkan Index Standar Pencemar Udara (ISPU) atau Pollutant Standard Index (PSI) cenderung lebih tinggi. (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti). 

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam kegiatan Pengukuhan Profesor Kehormatan mengatakan pertumbuhan populasi manusia menjadi faktor penting perubahan iklim.

Menurutnya, iklim berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan lingkungan dan manusia dengan hutan.

"Pada saat populasi manusia masih sedikit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kondisi lingkungan dan hutan, maka lingkungan menjadi lebih mudah pulih karena tingkat gangguannya minim," ucap Siti.

Kegiatan pemanfaatan sumber daya alam, kala itu dilakukan tradisional, sedangkan perubahan kondisi hutan terjadi saat pertumbuhan populasi mulai meningkat.

"Kebutuhan lahan untuk pemukiman semakin besar ketika kebutuhan pemukiman dan kebutuhan sumber daya alam meningkat, diperlukan tata kelola SDA untuk menjawab tantangan agar dapat ditangani secara berkesinambungan," papar Menteri LHK.

Siti menambahkan faktor perilaku manusia dalam memperlakukan alam dan lingkungannya akan sangat menentukan bagaimana bentang alam akan terbentuk.

Sistem bumi terdiri dari bentang alam geosfer sebagai hasil interaksi antara atmosfer, hidrosfer, biosfer serta litosfer.

"Pada tiga dekade terakhir terjadi perubahan mendasar terhadap pandangan keilmuan tentang bumi di mana banyak pihak yang mewaspadai adanya perubahan global saling memberi pengaruh antara komponen sistem kebumian yaitu atmosphere, biosphere, hydrosphere, dan geosphere," imbuhnya. (Tribun Network/Reynas Abdila).

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved