Kendaraan Bermotor Penyebab Jakarta Jadi Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia

Tingginya volume kendaraan bermotor di kota besar mengakibatkan Index Standar Pencemar Udara (ISPU) atau Pollutant Standard Index (PSI) cenderung lebi

Editor: Ravianto
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
Jalan Percetakan Negara No.29, Johar Baru, Jakarta Pusat. Tingginya volume kendaraan bermotor di kota besar mengakibatkan Index Standar Pencemar Udara (ISPU) atau Pollutant Standard Index (PSI) cenderung lebih tinggi. (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti). 

Dia menekankan agar kendaraan bermotor menggunakan euro 4 sebagai standar emisi gas buang.

Pria yang juga Co-Chair Environment Deputies Meeting and Climate Sustainability Working Group (EDM-CSWG) juga mendorong pengendalian pencemaran udara dengan bersepeda di Jakarta.

Sigit sempat mengajak para delegasi side event G20 untuk bersepeda pada pagi hari dari Hotel Shangri-La ke Bundaran HI, dan istirahat di Taman Suropati.

"Kami mengkampanyekan Jakarta sudah memiliki fasilitas publik dan memanfaatkan penggunaan sepeda. Kita bekerjasama dengan komunitas Bike to Work mengajak para delegasi untuk menikmati Jakarta sambil berolahraga,” terang Sigit.

Ia menambahkan masyarakat perlu memakai masker saat ke luar rumah untuk mengurangi paparan polusi udara yang tidak sehat, terus monitor kualitas udara dan gunakan pemurni udara di dalam rumah.

"Masyarakat diharapkan dapat menjalankan aktivitasnya dengan bijak agar kualitas udara tetap terjaga dengan baik," tukas Sigit.

Dibandingkan saat kebijakan Pembatas Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan kualitas udara DKI Jakarta relatif bersih.

Data Ditjen PPKL-Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara (PPU), pemantauan kualitas udara ambien secara otomatis atau biasa disebut AQMS (Air Quality Monitoring System) bahwa PSBB menyebabkan berkurangnya aktivitas sehingga semakin berkurang juga polusi udara yang dikeluarkan.

Sementara Juru Kampanye Iklim dan Energi Green Indonesia Bondan Andriyanu mencatat udara ambien jakarta pada tahun 2021 berstatus tercemar.

Menurutnya, perlu evaluasi efektivitas kegiatan uji emisi terhadap kualitas udara ambien yang belum dapat dituntaskan.

Itu karena asap knalpot kendaraan menjadi sumber polusi udara di mana musim kemarau lebih tinggi persentase emisi yang dikeluarkan yakni 42-57 persen.

"Segera lakukan langkah nyata pengendalian sumber pencemaran udara demi melindungi kelompok rentan, agar tidak terjadi lebih banyak lagi kerugian ekonomi akibat polusi udara," urai Bondan.

Bondan menyarankan pemerintah menggunakan berbagai kajian akademis yang sudah ada sebagai dasar untuk bertindak dan memiliki urgensi tinggi untuk mengendalikan sumber pencemaran udara.

Pengaruh Populasi Manusia

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved