Kendaraan Bermotor Penyebab Jakarta Jadi Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia

Tingginya volume kendaraan bermotor di kota besar mengakibatkan Index Standar Pencemar Udara (ISPU) atau Pollutant Standard Index (PSI) cenderung lebi

Editor: Ravianto
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
Jalan Percetakan Negara No.29, Johar Baru, Jakarta Pusat. Tingginya volume kendaraan bermotor di kota besar mengakibatkan Index Standar Pencemar Udara (ISPU) atau Pollutant Standard Index (PSI) cenderung lebih tinggi. (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian LHK Sigit Reliantoro mengatakan sumber pencemaran udara di Jakarta utamanya disebabkan gas buang kendaraan bermotor.

Tingginya volume kendaraan bermotor di kota besar mengakibatkan Index Standar Pencemar Udara (ISPU) atau Pollutant Standard Index (PSI) cenderung lebih tinggi.

"Penyebab pencemaran itu dari kendaraan bermotor dan disumbang dari peningkatan aktivitas warga Jakarta pasca pandemi Covid-19," katanya di kantor KLHK, Senin (27/6/2022).

Aktivitas masyarakat ke luar rumah menjadi sebab polusi DKI Jakarta kembali naik peringkat.

Sebagai informasi, DKI Jakarta sempat menduduki peringkat pertama kota dengan kondisi udara terburuk di dunia pada Rabu (15/6/2022) pagi. Jakarta kota dengan kualitas terburuk di dunia menurut AQI.

Informasi ini diperoleh dari indeks kualitas udara (Air Quality Index / AQI) yang dikeluarkan oleh website Air Visual.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pun mengungkap penyebab buruknya kualiras udara.

Merujuk pada situs http://iqair.com, kualitas udara di Jakarta pada hari ini menjadi yang terburuk di dunia.

Baca juga: SESAR BARIBIS Terdeteksi Aktif, Geser 5 Mm per Tahun, Berpotensi Timbulkan Gempa di Jakarta

Baca juga: Rentan Terpapar Polusi Udara, Ini 5 Bahan Alami yang Bisa Bersihkan Paru-paru, Begini Caranya

Jakarta menduduki posisi nomor satu dengan keterangan 'Konsentrasi PM2.5 di udara Jakarta saat ini 17.4 kali di atas nilai panduan kualitas udara tahunan WHO' pada pukul 12.50 WIB.

Sigit mengungkapkan data polusi udara tertinggi bukan hanya di ibu kota tetapi di daerah penyangganya yakni Bekasi dan Tangerang.

Dari data yang ada 26 Juni 2022 pukul 16.00 WIB, Tangerang memiliki nilai ISPU sebesar 111 atau masuk kategori tidak sehat.

Sedangkan kategori pencemaran udara tidak sehat di Jakarta ada di wilayah Lubang Buaya dan Kebon Jeruk dengan konsentrasi polutan utama PM2.5.

Pengamatan Tribun Network, di lokasi kategori udara tidak sehat tersebut bahwa betul aktivitas lalu lintas kendaraan cukup tinggi.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengupayakan agar polusi di Jakarta dan sekitarnya dapat ditekan," urai Sigit.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved