Persib Bandung

Jelang Persib Bandung vs PSS, Robert Puas dengan Kondisi Pemain, akan Adaptasi Pola Shin Tae-yong?

Menjelang laga perempat final Piala Presiden 2022, pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, mengaku cukup puas dengan kondisi anak asuhnya.

Editor: Hermawan Aksan
TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA
Pemain Persib Bandung Ciro Alves (kiri) dan Zalnando (kanan) mengikuti latihan terpisah saat melakukan pemulihan cedera di Stadion Sidolig, Bandung, Senin (27/6/2022). Pelatih Persib, Robert Alberts, mengaku puas dengan kondisi anak asuhnya setelah libur empat hari. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menjelang laga perempat final Piala Presiden 2022, pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, mengaku cukup puas dengan kondisi anak asuhnya setelah libur empat hari.

Di perempat final Piala Presiden 2022, Persib akan berhadapan dengan PSS Sleman.

Menurut Robert Alberts, kebugaran para pemain Persib tetap terjaga.

Hal itu terlihat dalam sesi latihan di Stadion Persib, Senin (27/6/2022) pagi.

Baca juga: Ricky Kambuaya Sapa Bobotoh Persib Bandung, Ini Penyebab Gelandang Timnas Itu Terlambat Gabung

“Tentunya pemain butuh istirahat setelah memulai turnamen dengan sangat intens. Mereka terlihat dalam kondisi yang bagus dan segar,” kata Robert, dikutip dari laman Persib.

Pelatih asal Belanda tersebut mengatakan, beberapa pemain menjalani sesi latihan terpisah karena mengalami cedera ringan.

Mereka adalah Nick Kuipers, Zalnando, dan David da Silva.

Menurut Robert, para pemain mengalami cedera dalam pertandingan penyisihan Grup C Piala Presiden.

Zalnando, misalnya, pada laga kontra Bhayangkara FC, ada kendala di hamstring dan harus menepi sekitar tiga hingga empat hari.

“Untuk Nick tadi kami mengistirahatkannya karena dia masih memiliki masalah dengan lututnya dan kami tidak mau memaksakannya. Tapi dia masih terlihat oke,” ucapnya.

Adapun David da Silva mengalami sedikit masalah di hamstring bagian bawahnya dalam latihan pagi.

Baca juga: Jelang Persib Bandung vs PSS, Marc Klok Ungkap Target di Piala Presiden dan Alasan Pakai Nomor 10

Robert mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana kondisi striker asal Brasil tersebut.

“Jadi kami masih harus menunggu bagaimana kondisinya setelah diperiksa oleh tim medis."

"Terlalu dini untuk mengatakan (bagaimana kondisinya),” ungkapnya. 

Persib Bandung akan menjalani perempat final Piala Presiden 2022 lawan PSS Sleman dengan kekuatan lebih.

Di pertandingan Persib Bandung vs PSS Sleman nanti, Robert sudah bisa memainkan Marc Klok, Rachmat Irianto, dan Ricky Kambuaya.

Tiga pemain tengah ini baru saja selesai menjalani pertandingan internasional bersama Timnas Indonesia.

Ricky Kambuaya dan Marc Klok selalu menjadi pilihan utama Shin Tae-yong untuk mengawal lini tengah Timnas Indonesia.

Keduanya pun sukses menyuguhkan performa yang mentereng.

Ricky Kambuaya lebih bermain ke depan untuk melayani trio lini depan Garuda.

Berkali-kali umpan terobosan dan kreativitas Kambuaya sukses mengancam gawang lawan Timnas Indonesia di kualifikasi.

Kualitas passing dan visi bermain Ricky Kambuaya membuat peran Witan Sulaeman, Irfan Jaya, dan Saddil Ramdani begitu melejit.

Berkali-kali umpan Ricky Kambuaya mampu melayani dua winger Timnas Indonesia itu yang bergerak menusuk ke arah kotak penalti.

Jika Kambuaya lebih membantu penyerangan Garuda, Marc Klok adalah yang bertugas sebagai pivot pengatur tempo serangan dan pengawal lini tengah.

Klok mampu memberi rasa aman di lini tengah Timnas Indonesia lewat kecerdasannya membaca situasi pertandingan dan membaca pergerakan lawan.

Akurasi umpan pendek dan panjang Marc Klok berada di level yang sempurna.

Umpan panjang yang ia berikan kepada Rachmat Irianto sebelum terjadinya penalti adalah bukti nyata betapa ciamiknya akurasi umpan sang pemain.

Berangkat menjadi algojo, pemain berusia 29 tahun itu mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.

Apiknya kualitas Kambuaya dan Klok membuat Shin Tae-yong percaya diri mengotak-ngatik strateginya.

Baik bermain menggunakan tiga atau empat bek, duet lini tengah hampir dipastikan menjadi miliki Kambuaya dan Klok.

Di Persib, Robert dapat memaksimalkan peran Kambuaya dan Klok seperti halnya yang Shin Tae-yong lakukan.

Klok lebih fokus untuk menjaga kedalaman, sedangkan Kambuaya lebih berdiri di depan untuk melayani penyerang Maung Bandung.

Itu di posisi tengah, pemain Persib lainnya juga mampu memberi kontribusi mentereng dari sisi tepi.

Adalah Rachmat Irianto!

Dua gol yang diciptakan Timnas Indonesia ke gawang Kuwait merupakan andil dari pria berusia 23 tahun itu.

Penalty yang didapatkan Garuda adalah hasil dari pergerakannya yang menusuk.

Berhadapan satu lawan satu dengan kiper Kuwait, Irianto dijatuhkan dengan keras.

Wasit pun menunjuk titik putih, Marc Klok yang maju sebagai algojo mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.

Lalu yang kedua lebih mentereng lagi, dirinya berhasil mencetak gol penentu kemenangan Timnas Indonesia di menit 47'

Ia melakukan fenetrasi ke dalam kotak penalti, sebelum akhirnya menerima bola pantul dari Witan Sulaeman.

Dengan dingin, sontekan kaki kirinya menjebol gawang sang tuan rumah.

Misi Shin Tae-yong pun sukses, meraih tiga angka di laga perdana, dari sang tua rumah yang disaksikan ribuan penontonnya.

Ya, penampilan melejit Rachmat Irianto seakan menjawab segala kritikan yang diberikan kepada sang pemain.

Saat masih bermain di Persebaya, ia seringkali dicemooh oleh bonek karena dianggap bermain tak maksimal dan menjadi beban tim.

Keputusan hijrah ke tim lain pun terpaksa ia ambil karena tak tahan dengan sikap supporter Persebaya.

"Saya sebenarnya ingin bertahan di sini (Persebaya), namun sikap mereka (bonek) sudah sampai merembet ke keluarga saya, saya pikir saatnya saya untuk pergi," kata Irianto dilansir Twitter resmi Persebaya.

Di Timnas Indonesia pun ia lebih banyak dikritik ketimbang menerima pujian.

Media sosial adalah tempat bagi para supporter Timnas Indonesia untuk meluapkan segala kritikan.

Dan Rachmat Irianto adalah pemain yang namanya paling sering muncuk untuk dikritik.

Seringnya melakukan kesalahan salah passing dan kontrol adalah hal yang paling mencolok yang membuat namanya dikritik.

Namun, Shin Tae-yong seakan memberi suntikan kepercayaan diri untuk anak dari legenda Indonesia, Bejo Sugiantoro itu.

Posisi baru diberikan Shin Tae-yong (bek kanan) meski ada nama Koko Ari di daftar pemain yang ia boyong ke Kuwait.

Tak hanya berkontribusi untuk dua gol yang diciptakan Timnas Indonesia.

kemampuannya membaca serangan lawan dan kedisipilannya di lini pertahanan membuat Garuda hanya kemasukkan satu gol meski digempur habis-habisan.

Pemain milik Persib Bandung itu adalah versatile, terhitung, Rachmat Irianto mampu bermain di tiga posisi yang berbeda.

Dulunya saat bermain bersama Timnas U-19 dan Persebaya di awal kariernya, ia adalah seorang bek tengah murni.

Kemudian, Indra Sjafri yang paham betul dengan kemampuan Irianto memberinya transformasi posisi untuk tampil lebih ke depan dan menjadi gelandang bertahan.

Kini di tangan Shin Tae-yong ia mendapat posisi baru sebagai bek kanan yang membuat penampilannya meningkat.

Lini tengah Persib Bandung yang diisi nama-nama elite bisa saja membuat Robert memilih untuk memasang Irianto di posisi full back.

Dengan apa yang sudah ia tunjukkan di Kualifikasi Piala Asia bersama Timnas Indonesia, Irianto adalah versatile andal yang mampu bermain sebagai bek dan gelandang dengan sama baiknya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved