Selasa, 28 April 2026

Dalam Satu Hari, 225 Hewan Ternak di Bandung Barat Terpapar PMK

Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB, sejak 27 Mei 2022 hingga 27 Juni 2022, 7.893 hewan ternak terserang wabah PMK

TRIBUNJABAR.ID/PADNA
ILUSTRASI- Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB, sejak 27 Mei 2022 hingga Senin (27/6/2022), hewan ternak yang sudah terserang wabah PMK tersebut mencapai 7.893 ekor. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT- Penyebaran wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) yang menyerang ribuan hewan ternak di daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB) setiap harinya terus bertambah.

Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB, sejak 27 Mei 2022 hingga Senin (27/6/2022), hewan ternak yang sudah terserang wabah PMK tersebut mencapai 7.893 ekor.

Kepala Dispernakan Bandung Barat, Undang Husni Tamrin, mengatakan, PMK terhitung cepat mewabah ke hewan ternak lain yang berada dalam satu area atau satu kandang.

"Angka penularan PMK jika dirata-rata yang terpapar bisa sampai 225 ekor per hari. Kita hitung saja jumlah kasus hari ini dibagi 35 hari sejak PMK masuk," ujar Undang di kantornya, Selasa (28/6/2022).

Untuk mencegah meluasnya wabah PMK, Dispernakan menambah stok dosis vaksin ke Kementerian Pertanian (Kementan). 

Baca juga: Bupati Dony Jamin Hewan Kurban di Sumedang Bebas PMK, Masyarakat Aman Jalankan Ibadah Kurban

Pada tahap pertama, kata Undang, Dispernakan mendapat 1.100 dosis vaksin. Setelah pengajuan, mendapat jatah lagi 25.000 dosis vaksin. 

"Jadi total semuanya ada 26.100 dosis vaksin. Jadi untuk peternak jangan khawatir lagi dengan penyebaran wabah PMK ini," katanya.

Ia mengatakan, populasi hewan ternak yang akan menjadi sasaran vaksin PMK di Bandung Barat sebanyak 41.189 ekor dengan perincian 29.727 ekor sapi perah, 10.769 ekor sapi potong dan 693 ekor kerbau. 

"Sementara ini, kami targetkan 25.000 dosis ini kita suntikan di zona hijau terlebih dahulu. Jika masih kurang kita akan ajukan lagi ke pemerintah pusat," ucap Undang. 

Menurutnya, upaya vaksin PMK dengan mendahulukan zona hijau tersebut untuk mengamankan hewan-hewan ternak agar tidak terpapar PMK

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved