PLN Peduli Tingkatkan Ketahanan Ekonomi Warga melalui Bantuan Pertanian Modern Hidroponik

PLN melakukan program peduli untuk mendukung ketahanan ekonomi Warga melalui bantuan pertanian modern hidroponik

Editor: Siti Fatimah
Tribunjabar/Putri Puspita Nilawati
Ilustrasi tanaman hidroponik- PLN melakukan program peduli untuk mendukung ketahanan ekonomi Warga melalui bantuan pertanian modern hidroponik. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG  - Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia memberikan dampak buruk di berbagai sektor. Bisa disebut sektor ekonomi adalah salah satu sektor yang paling merasakan dampak buruknya. Masyarakat pun dipaksa untuk terus berjuang melawan kondisi yang melemahkan perekonomian global ini. Ide serta inovasi harus terus diupayakan masyarakat agar mampu menyesuaikan dengan kondisi teraktual.

Salah satunya adalah Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung yang berada di wilayah pembangunan SUTT 150 kV Tegal Luar Incomer.

Desa ini memiliki ide kebun hidroponik untuk meningkatkan kesejahteraan warganya.

Baca juga: Wujudkan Lingkungan Hijau yang Produktif, PLN UIP JBT Berikan Bantuan 926 Bibit Pohon

Penghasilan sebagian besar warga yang masih bergantung pada hasil alam sebagai mata pencaharian, menjadikan ide tersebut cocok untuk diadaptasi masyarakatnya.

Tim Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) melihat potensi tersebut mampu menjadi alternatif perbaikan ekonomi bagi masyarakat Desa Cimekar untuk bertahan dari dampak pandemi.

Melalui program yang bernama PLN Peduli, bantuan senilai Rp 50 Juta disalurkan untuk mewujudkan pertanian modern hidroponik di Desa Cimekar.

Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk bahan material pembuatan kebun hidroponik serta bibit dan pupuk tanaman hidroponik.

Selain bahan material pembuatan kebun, dalam bantuan ini juga disiapkan meja hidroponik.

Sedangkan untuk bibit tanaman hidroponik akan dikembangkan tanaman sawi, bayam, selada, kangkung, anggur dan stroberi.

General Manager PLN UIP JBT, Djarot Hutabri EBS menjelaskan bahwa ide dan inovasi sangat diperlukan sebagai respon terhadap perubahan yang terjadi akibat dampak dari pandemi. Ide-ide yang mampu menyesuaikan dengan situasi akan sangat menguntungkan masyarakat.

Menurutnya, kebun hidroponik memiliki keunggulan dari sisi pengelolaannya.

Selain pupuk dan air yang lebih efisien, metode tanam hidroponik juga tidak membutuhkan lahan yang luas dibandingkan dengan metode tanam konvensional pada umumnya.

Baca juga: Bulan Menanam Nasional 2021, PLN UIP JBT Berikan Bantuan CSR 2.250 Pohon Produktif

“Kami sangat senang dengan semangat masyarakat dalam bertahan dari dampak pandemi. Terlebih saat ini juga perekonomian dirasa sudah mulai menggeliat kembali. Kami akan terus berupaya untuk mendukung ide dan inovasi seperti ini. Namun, semangat ini perlu dijaga juga konsistensinya agar tidak berhenti di tengah jalan,” kata Djarot.

Kepala Desa Cimekar, Iwan Dharmawan mengungkapkan cita-citanya selain untuk mendukung ketahanan pangan warga desa dan juga meningkatkan perekomian, ke depannya kebun hidroponik ini juga mampu berkembang hingga tercipta desa wisata hidroponik.

Dirinya juga menyatakan bahwa selain kebun hidroponik, budidaya ikan lele dengan sistem akuaponik juga menjadi salah satu fokusnya untuk memperkuat nilai perekonomian desa.

“Terima kasih kepada PT PLN (Persero) karena telah memberikan bantuan pembuatan pertanian modern hidroponik sebagai salah satu ketahanan pangan bagi warga Desa Cimekar. Semoga dengan bantuan ini akan membantu warga untuk mendapatkan sayur sehat,” kata Iwan.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved