Rugi Akibat PMK, Peternak di Bandung Barat Minta Kompensasi Segera Dicairkan

jumlah hewan ternak yang terpapar PMK di KBB mencapai 4.904 ekor, dengan rincian 3.609 ekor sembuh, 84 ekor mati, dan 104 ekor dipotong bersyarat

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
ILUSTRASI Peternak sapi- Peternak sapi di Kabupaten Bandung Barat (KBB), meminta Pemda KBB untuk segera memberikan kompensasi bagi peternak yang mengalami kerugian akibat wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Peternak sapi di Kabupaten Bandung Barat (KBB), meminta Pemda KBB untuk segera memberikan kompensasi bagi peternak yang mengalami kerugian akibat wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK).

Berdasarkan data terakhir, jumlah hewan ternak yang terpapar PMK di Bandung Barat mencapai 4.904 ekor, dengan rincian 3.609 ekor sembuh, 84 ekor mati, dan 104 ekor dipotong bersyarat.

Sedangkan, total kerugian yang dialami semua peternak mencapai Rp 8,5 miliar.

Baca juga: Wabah PMK di Jabar, Herry Dermawan; Momen untuk Memisahkan Dinas Peternakan Dari DKPP

Peternak asal Lembang, Ana Gugum (41), mengatakan, setelah para peternak mengalami kerugian akibat wabah PMK ini, mereka sangat membutuhkan adanya pemberian kompensasi tersebut.

"Harapan peternak pasti seperti itu (kompensasi) karena adanya wabah PMK ini jelas ada kerugian finansial akibat banyak faktor seperti kematian, kuku sapi copot, hingga akhirnya harga ambruk," ujarnya saat dihubungi, Minggu (26/6/2022).

Ana Gugum sendiri mengaku, sudah ada sejumlah sapinya yang terpapar PMK, tetapi saat ini sudah dalam tahap penyembuhan dengan menggunakan obat dari ramuan tradisional.

"Pengobatan sama sendiri saja, karena pemerintah juga mungkin, tidak bisa terjun ke semua peternak akibat mengalami keterbatasan tenaga medis yang tidak sesuai dengan populasi jumlah ternak," kata Ana Gugum.

Peternak sapi perah asal Desa Cibodas, Lembang, Ayi (56) mengatakan, sejak wabah PMK merebak, hasil perahan susu sapi miliknya sangat merosot hingga 50 persen.

"Biasanya, hasil perahan pagi 55 liter dan sore 35 liter, sekarang turun menjadi 39 liter dan 14 liter. Ini masih mendingan, kalau enggak segera diobati bisa semakin turun produksi susunya," ucap Ayi.

Baca juga: Majalengka Zero Kasus PMK, Pemkab Majalengka Tutup Akses Hewan dari Luar Daerah

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispernakan) Bandung Barat, Wiwin Aprianti mengatakan, terkait kompensasi tersebut, pemerintah pusat akan memberikan Rp 10 juta untuk peternak yang mengalami kerugian akibat wabah PMK ini.

"Kemarin ada info peternak yang rugi akan diganti Rp 10 juta per ekor. Tapi kami masih menunggu instruksi dan payung hukum dari pusat, mungkin sekarang regulasinya sedang disiapkan," katanya.

Jika regulasinya sudah jelas, kata Wiwin, pihaknya siap untuk menindaklanjuti soal pemberian kompensasi tersebut karena data jumlah peternak yang mengalami kerugian sudah disiapkan.

"Kalau data kita sudah punya, sapi yang mati berapa, sapi yang harus dipotong paksa berapa karena setiap hari juga update terus," ujar Wiwin.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved