Periksa Instalasi Listrik Rumah Secara Berkala Agar Terhindar Bahaya

Idealnya, lima tahun sekali instalasi listrik di rumah itu harus dicek untuk menghindari kecelakaan ketenagalistrikan seperti kebakaran

dok. PLN
Pengecekan instalasi listrik didalam rumah minimal 5 tahun sekali 

TAHUKAH Anda bahwa instalasi listrik perlu diperiksa?

Selama ini, kegiatan pemeriksaan instalasi listrik didalam rumah masih belum popular dikalangan masyarakat. Masyarakat cenderung melihat instalasi listrik hanya ketika terjadi gangguan. Padahal, idealnya, lima tahun sekali instalasi listrik di rumah itu harus dicek untuk menghindari kecelakaan ketenagalistrikan seperti kebakaran.

Pemicu kebakaran menurut Iwan RIdwan, Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat (PLN UID Jabar) bisa disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya korsleting listrik. Korsleting ini salah satunya disebabkan oleh kondisi intalasi listrik dalam rumah yang bermasalah. Instalasi listrik dalam rumah sendiri merupakan wewenang dan tanggung jawab pelanggan. Disisi lain, jaringan tegangan menengah, jaringan tegangan rendah, tiang, hingga ke kWh meter pelanggan merupakan wewenang PLN.

"Untuk memastikan instalasi listrik didalam rumah aman, terhindar dari kebakaran atau tersetrum, masyarakat sebaiknya melakukan pengecekan instalasi listrik didalam rumah minimal 5 tahun sekali," ujar Iwan

Iwan menjelaskan, pemeriksaan tersebut perlu dilakukan karena selama rentang waktu 5 tahun, jumlah barang elektronik kemungkinan bertambah seiring meningkatnya kebutuhan/ gaya hidup dan bertambahnya jumlah penghuni. Disisi lain, kondisi jaringan instalasi listrik rumahpun akan berubah karena dipengaruhin beban pemakaian listriknya dan kondisi sekitar.

"Kita perlu mengecek bagaimana kondisi jaringan kabelnya, apakah digigiti tikus, pelindungnya sudah terkelupas/ memuai, tembaga di kabel sudah rapuh atau rawan terkena air. Begitupun bagaimana sambungan listriknya, apakah masih aman atau tidak.," pungkas Iwan.

Iwan menambahkan bahwa instalasi listrik bisa dilihat secara kasat mata. Oleh karena itu, pelanggan dapat melihat langsung apakah instalasinya harus diganti atau masih aman. Untuk mengecek instalasi didalam rumah, pelanggan dapat menghubungi PT Haleyora Power melalui PLN Mobil di menu ListriQu atau ke instalatir resmi yang ada didekat lokasi pelanggan.

Lebih lanjut, Iwan menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) PT PLN (Persero) dengan pelanggan. Hal tersebut yakni:

  • Mempengaruhi perhitungan kWh meter dengan mengotak-atik kWh meter
  • Mengganti MCB kWh meter sendiri yang tidak sesuai dengan daya terdaftar
  • Membuka segel listrik
  • Menjual dan/atau menyalurkan listrik yang dibeli dan diterima dari PLN kepada Pihak Lain tanpa persetujuan tertulis dari PLN
  • Membuka, merusak, mengubah, atau memindahkan peralatan listrik milik PLN (kWh Meter, tiang, kabel, dll), baik yang dilakukan oleh pihak pelanggan maupun pihak lain
  • Memakai listrik selain peruntukan sesuai SPJBTL
  • Menyalakan instalasi milik pelanggan apabila belum memiliki Sertifikay Laik Operasi (SLO)

Berbagai Hal tersebut dapat membahayakan diri sendiri dan masyarakat di lingkungan sekitar seperti kebakaran atau pasokan listrik yang tidak stabil. Selain itu, tindakan tersebut juga melanggar hukum dan dapat dipidana.

Selanjutnya, apabila ada yang melakukan tindakan membahayakan jaringan listrik maka ingatkan, hentikan dan laporkan ke PLN melalui Contact Center PLN 123 atau aplikasi PLN Mobile.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved