Ini Alasan Megawati Belum Mau Sebut Capres yang Diusung PDI-P: Sabar lah Sedikit . . .

Semua kader PDI Perjuangan putih sepakat, soal capres-cawapres adalah urusan dan hak prerogatif Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Editor: Hermawan Aksan
YouTube PDI Perjuangan
Ganjar Pranowo memberi salam hormat kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani setelah membacakan rekomendasi eksternal di penutupan rakernas II PDIP, Kamis (23/6/2022) di Lenteng Agung. Sampai rakernas berakhir, Megawati tidak menyebut calon presiden yang akan diusung PDI-P. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PDI Perjuangan resmi ditutup pada Kamis (23/6/2022).

Rakernas PDI-P, yang berlangsung selama tiga hari sejak Selasa (21/6/2022), menghasilkan sejumlah rekomendasi dari seluruh struktur partai.

Namun, tak ada rekomendasi soal nama-nama calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan diusung partai ini pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024.

Semua kader partai banteng moncong putih sepakat, soal capres-cawapres adalah urusan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Baca juga: Nama Capres PDIP Sudah di Tangan Megawati, Hasto Pastikan Tak Akan Koalisi dengan PKS

7 Rekomendasi

Rakernas PDI-P menghasilkan tujuh rekomendasi, di antaranya berkaitan dengan ideologi Pancasila, sistem politik, dan Pemilu 2024

Pembacaan rekomendasi itu dilakukan oleh elite PDI-P yang juga kepala daerah seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran.

Ganjar yang pertama kali membacakan rekomendasi rakernas ini.

Ganjar membacakan tentang Ideologi Pancasila, Sistem Politik dan Pemilu 2024.

Salah satu rekomendasi yang dibacakan Ganjar berisikan bahwa PDI-P sepakat bahwa penetapan pasangan capres-cawapres adalah hak prerogatif Megawati Soekarnoputri.

"Rakernas II Partai menegaskan bahwa penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung oleh PDI Perjuangan pada Pemilu 2024, berdasarkan keputusan Kongres V Partai, AD/ART Partai dan tradisi demokrasi partai adalah hak prerogatif Ketua Umum Partai, Prof Dr. (H.C) Megawati Soekarnoputri," kata Ganjar di lokasi Rakernas, Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2022).

Saat Ganjar membacakan hal itu, riuh tepuk tangan seluruh peserta rakernas mengiringinya, hingga mereka bangun dari duduknya. 

Baca juga: Megawati Ancam Pecat Kader PDIP yang Bermanuver Politik, Pengamat: Ganjar Pranowo Akan Main Cantik

Soal Pancasila, Rakernas PDI-P menginginkan ideologi itu semakin membumi.

PDI-P pun berharap Pancasila menjadi mata pelajaran wajib di seluruh struktur pendidikan nasional.

Halaman
123
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved