Begini Nasib PNS Kemenag Subang yang Lakukan Tindak Asusila kepada Santriwatinya

Kemenag Subang telah memberikan sanksi tegas terhadap oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang melakukan tindak asusila terhadap anak di bawah umur.

Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Giri
Tribun Jabar/ Ahya Nurdin
Oknum PNS Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang berinisial DAN digiring petugas, akibat melakukan asusila terhadap anak di bawah umur. Kemenag Subang telah memberhentikan sementara status kepegawaian pelaku. 

Laporan Kontributor Tribun Jabar.id Subang, Ahya Nurdin

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Pihak Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Subang telah memberikan sanksi tegas terhadap oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang melakukan tindak asusila terhadap anak di bawah umur di lingkungan satu pesantren di Kalijati.

Pihak Kemenag Subang mengaku tak mengetahui pasti kejadian yang dilakukan oleh pelaku berinisial DAN tersebut.

"Iya, benar, pelaku DAN adalah satu staf berstatus PNS di Kantor Kemenag Subang yang saat ini terjerat kasus pencabulan terhadap santriwati di pesantren yang dia miliki," ujar Kasubag TU Kantor Kemenag Subang, Hassanudin, Jumat (24/5/2022).

Hassanudin mengatakan, status kepegawaian terduga pelaku ini diberhentikan sementara sampai ada putusan hukum tetap terkait kasus yang menjeratnya.

Kemendag Subang juga sudah menyerahkan dan mendukung sepenuhnya proses hukum kasus yang menjerat DAN tersebut ke Unit PPA Satreskrim Polres Subang.

Lebih lanjut Hassanudin mengatakan, kasus yang dilakukan oleh pelaku DAN telah mencoreng nama baik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang.

Baca juga: BERITA SUBANG: Aksi Bejat Terjadi Lagi oleh Oknum Guru terhadap Santri, Pelaku Harus Dihukum Berat

"Kami dari Kantor Kementerian Agama Subang menyampaikan permohonan maaf atas adanya oknum PNS Kemenag Subang yang terlibat atau melakukan aksi asusila terhadap anak di bawah umur yang terjadi di salah satu pesantren di Kecamatan Kalijati, Subang," katanya.

Pihak Kemenag Subang juga berjanji akan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap lembaga pendidikan yang ada di bawah Kemenag Subang.

Pihak Kemenag juga meminta dukungan masyarakat untuk mengawasi lingkungan lembaga pendidikan agar tak terjadi lagi.

"Selamatkan masa depan anak bangsa dari oknum-oknum pendidik yang tak bermoral, berbuat cabul terhadap anak didiknya yang seharusnya dilindungi. Jika menemukan oknum pendidik tak bermoral berbuat asusila, dimohon segera laporkan ke kami atau ke pihak APH," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, DAN melakukan tindfak asusila kepada E (15) sebanyak 10 kali lebih di lingkungan pesantren.

Kasus tersebut terkua setelah korban menulis derita yang dialaminya di dalam sebuah buku harian. Kemudian buku harian tersebut diketahui oleh orang tua korban yang selanjutnya langsung mendesak korban berbicara tentang apa yang dialaminya benar apa tidak. 

Baca juga: Terjawab Sudah Tim Baru Mantan Kiper Persib Bandung Ini, Menjadi Bagian Klub yang Ditangani WCP

Korban akhirnya mengaku bahwa apa yang ditulis di buku harian tersebut benar adanya.

Pihak keluarga korban kemudian melaporkan kasus yang dialami oleh anaknya ke Unit PPA Polres Subang.

Polisi langsung menggiring pelaku yang merupakan pemilik pesantren sekaligus guru tak bermoral tersebut ke sel tahanan Mapolres Subang.

Pelaku saat ini mendekam di sel tahanan Mapolres Subang dan terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved