Fortusis Sebut Setiap Tahun Selalu ada Kepsek Bandel Lakukan Pungutan Liar, Data Sudah di Satgas 

Dugaan pungutan liar yang dilakukan kepala sekolah (kepsek) atau panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) selalu terjadi setiap tahun. 

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Tribunnews.com
ilustrasi - Ketua Forum Orangtua Siswa (Fortusis) Kota Bandung, Dwi Subiyanto, mengatakan pungli selalu terjadi setiap pelaksanaan PPDB karena masih ada kepala sekolah yang bandel. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dugaan pungutan liar yang dilakukan kepala sekolah (kepsek) atau panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) selalu terjadi setiap tahun. 

Hal itu diungkapkan Ketua Forum Orangtua Siswa (Fortusis) Kota Bandung, Dwi Subiyanto, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (23/6/2022). 

"Kepsek itu bandel, tidak paham pasal 26 dan 27 dari petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) standar penerimaan PPDB yang dibuat oleh Kepala Dinas dan Gubernur Jabar," ujar Dwi. 

Dalam pasal tersebut, kata dia, diatur tentang larangan dan sanksi jika terjadi pelanggaran dalam proses penerimaan siswa baru. 

Biasanya, kata dia, iuran bangunan atau pembelian baju untuk masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) selalu menjadi modus yang dilakukan panitia PPDB. 

"Nah, didaftar ulang itu siswa didampingi orang tua harus membeli ini dan itu untuk MPLS, harus beli macam-macam sampai ada orangtua yang nitip uang untuk membeli kaus, misalnya, sisanya itu cicilan untuk uang pembangunan, SPP atau dana sumbangan pendidikan (DSP). Padahal berdasarkan pergub dilarang memungut itu. Tapi, namanya kepala sekolah melalui tata usahanya ini bandel," katanya. 

Baca juga: Saber Pungli OTT di SMKN 5 Bandung, Pengamat Pendidikan Sebut Kecurangan Bisa Terjadi Karena Hal Ini

Ia menduga, praktik seperti ini selalu terjadi lantaran kurangnya sosialisasi yang masif terkait aturan dari pergub atau perwal. 

"Pergub atau perwal itu tidak disosialisasikan secara masif, kuncinya di sana. Sehingga setiap tahun berulang pada saat PPDB," ucapnya. 

Tahun ini, Fortusis Kota Bandung sudah mengirimkan data dugaan pungli di sejumlah sekolah di kota dan Kabupaten Bandung kepada tim Saber Pungli. Namun, pihaknya enggan memerinci berapa jumlah dan sekolah mana saja. 

"Waduh, saya tidak berani menyebut. Data itu ada di Saber Pungli, kami sudah berikan data berupa kuitansi, malah pakai kop sekolah, ditandatangani resmi, artinya sengaja itu kami rahasiakan takut anaknya ditekan pihak sekolah. Kalau Kota Bandung lebih banyak daripada kabupaten, cuma saya tidak dapat menyebutkan," katanya. 

Pihaknya mengaku akan terus melakukan pengawasan hingga proses PPDB ini selesai. 

"Namanya kecurangan itu dilakukan pra, proses, dan pasca. Nah, ini pasca. Anak-anak sudah daftar ulang kemudian ada pungutan," ucapnya.

Baca juga: Tim Saber Pungli Jabar Temukan Uang Rp 40 Juta Saat OTT di SMKN 5 Bandung, Dilakukan 5 Oknum Ini

Pungli di SMKN 5 Bandung

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved