Curhat Megawati Tak Bisa Dapat Uang Pensiun Presiden dan Wakil Presiden, ''Mestinya dua-duanya''

Megawati Soekarnoputri tidak bisa mendapatkan uang pensiun dari jabatan presiden dan uang pensiun jabatan wakil presiden (wapres). Dia harus memilih.

Editor: Giri
Dok. ISTIMEWA
Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menggelar acara halalbihalal secara virtual dari kediamannya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/5/2022). Megawati menganggap aturan di Indonesia lucu karena tak bisa mendapatkan uang pensiun presiden dan wakil presiden sekaligus. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri tidak bisa mendapatkan uang pensiun dari jabatan presiden dan uang pensiun jabatan wakil presiden (wapres) sekaligus. Dia harus memilih.

"Jadi setelah pensiun saya dapat (uang) pensiun. Pensiun presiden. Tapi lucu republik ini karena itulah banyak hal baru yang terjadi," ujar Megawati saat berpidato pada penutupan Rakernas II 2021 PDI-P di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2022).

"Saya kan (juga pernah menjadi) wapres dan setelah itu presiden. Jadi ketika dua-duanya telah saya lalui, saya baru tahu," lanjut dia.

Saat itu, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengabarkan kepadanya bahwa dia mendapat uang pensiun.

Megawati menyambut baik kabar itu dan mengucapkan terima kasih.

Namun, pihak Kemensetneg menyampaikan bahwa dia harus memilih apakah akan mengambil uany pensiun presiden atau wapres.

"Eh ini bener lho, ini bukan bohong. 'Ibu mau pensiun wapres atau presiden?' Jadi kan saya nanya, kalau menurut kamu sebaiknya yang mana?" ungkap Megawati menirukan pembicaraan dengan pihak Kemensetneg.

Baca juga: Curangi Pembeli dengan Remote Control, Pertamina Jatuhkan Sanksi Ini kepada SPBU di Serang Banten

"Dari Setneg bilang, tentu yang presiden, ya sudah saja masukkan ke rekening saya yang (uang pensiun) presiden," lanjut dia yang disambut tawa dan tepuk tangan para kader PDIP yang hadir di rakernas.

Sambil bergurau, Megawati lantas mengatakan kinerjanya sebagai wapres tidak mendapat tunjangan pensiun.

Padahal, menurutnya, dia bisa mendapat uang pensiun sebagai presiden dan wakil presiden sekaligus.

"Jadi bakti saya sebagai wapres itu, saya terus garuk-garuk kepala, jadi sebenarnya ada ya, ya mestinya kan dapat dua-duanya," lanjut Megawati yang kembali disambut tawa kader PDIP.

Megawati lantas menceritakan pengalamannya ini kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Dia bertutur kepara Sri Mulyani bahwa aturan di Indonesia ini lucu.

Baca juga: Megawati Ancam Pecat Kader PDIP yang Bermanuver Politik, Pengamat: Ganjar Pranowo Akan Main Cantik

Megawati mengatakan, Sri Mulyani menanggapi bahwa suatu saat aturan mengenai uang pensiun bagi seorang yang pernah menjabat presiden dan wakil presiden bisa diubah.

"Ya, nanti suatu saat kan bisa diubah, Bu. Karena ya itu, ternyata saya pertama, pertama gitu lho. Kan itu harus diubah lagi peraturannya," kata Megawati.

"Jadi sayanya yang rugi, tapi bagi saya tidak jadi persoalan. Karena itu bakti saya bagi negeri," tambah dia.

Adapun Megawati sendiri pernah menjabat sebagai Wakil Presiden ke-8 RI, yakni saat masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.

Kemudian Megawati menjadi Presiden ke-5 RI untuk masa jabatan 2001-2004. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved