Ketika Jeritan Bocah di Sunatan Massal Cimahi Bikin Tenaga Medis Harus Kerja Ekstra

Para bocah tersebut menangis karena ada yang merasa ketakutan sebelum disunat, dan ada juga yang menangis saat disunat karena merasa kesakitan

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Sejumlah bocah saat mengikuti sunatan masal di Makodim 0609/Kota Cimahi dalam rangka Hari Bhayangkara, Jumat (17/6/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Jeritan dari sejumlah bocah begitu terdengar kencang saat mereka menjalani sunatan massal dalam rangka Hari Bhayangkara di Makodim 0609/Kota Cimahi, Jumat (17/6/2022).

Para bocah tersebut menangis karena ada yang merasa ketakutan sebelum disunat, dan ada juga yang menangis saat disunat karena merasa kesakitan, sehingga harus ditenangkan oleh orangtuanya.

Dalam khitanan massal tersebut, sejumlah tenaga medis juga harus bekerja ekstra karena selain menyunat ratusan bocah, mereka juga harus menenangkan dan membujuk mereka supaya tidak takut dan mau disunat.

Baca juga: Mau Sunat, Bayi Nathalie Holscher Malah Lucu Baby Adzam Ketawa Diperiksa Dokter, Ferdi Justru Nangis

Kendati demikian, ada sejumlah bocah yang sama sekali tidak merasa takut dan tidak merasa sakit, seperti bocah bernama Muhammad Abdul Majid (10) asal Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

"Alhamdulillah anak saya gak (nangis) karena kebetulan sebelumnya sudah ngebet ingin disunat," ujar Iwan (40) orang tua Muhammad Abdul Majid di Makodim 0609/Kota Cimahi, Jumat (17/6/2022).

Bahkan, meski sudah disunat, Muhammad Abdul Majid terlihat kuat dan dia mampu berjalan dengan didampingi oleh orangtuanya.

"Memang sempat takut waktu dengar yang sebelahnya jerit-jerit, tapi saya tenangkan lagi," katanya.

Iwan mengatakan, dengan adanya sunatan massal tersebut dia merasa terbantu karena untuk saat ini belum memiliki rezeki untuk membawa anaknya ke klinik sunat.

"Beruntung ada sunatan massal ini jadi sangat terbantu. Karena kebetulan saya sendiri belum punya uang, padahal anak saya sudah ngebet ingin disunat," ucap Iwan.

Wakapolda Jabar, Brigjen Pol Bariza Sulfi mengatakan, dalam kegiatan khitanan massal tersebut awalnya hanya ditargetkan untuk 150 orang, namun antusias warga sangat tinggi hingga jumlahnya terus bertambah.

Baca juga: Ikut Sunatan Massal di Mapolres Karawang, Bocah Ini Nangis hingga Harus Dipegangi 4 Orang

"Sepanjang tenaga kesehatan kita siap, kita akan tetap melayani karena ini salah satu bentuk pelayanan kita kepada masyarakat Kota Cimahi," kata Bariza.

Selain mengadakan khitanan massal, pihaknya membuka pengobatan umum dengan target 10 ribu orang dengan tujuan untuk membantu supaya masyarakat tetap sehat.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved