Bikin Tahanan Narkoba Kehilangan Nyawa, Enam Polisi di Polrestabes Makassar Ditetapkan Tersangka

Enam anggota Satuan Narkoba Polrestabes Makassar sebagai tersangka kasus meninggalnya Arfandi Ardiansyah (18) setelah ditangkap.

Editor: Giri
(Thikstock)
ilustrasi mayat - Enam anggota Satuan Narkoba Polrestabes Makassar sebagai tersangka. Mereka diduga terlibat dalam kasus meninggalnya Arfandi Ardiansyah (18) setelah ditangkap.  

TRIBUNJABAR.ID, MAKASSAR - Enam anggota Satuan Narkoba Polrestabes Makassar sebagai tersangka. Mereka diduga terlibat dalam kasus meninggalnya Arfandi Ardiansyah (18) setelah ditangkap. 

Penetapan tersangka itu dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel.

Kasus meninggalnya Arfandi akhirnya ditangani Ditreskrimum, setelah Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel melakukan penyelidikan dan menemukan adanya tindak pidana.

Enam anggota Satnarkoba Polrestabes Makassar ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik menemukan bukti-buktinya.

Direktur Ditreskrimum Polda Sulsel, Kombes Onny Trimurti Nugroho, mengatakan, penetapan enam anggota Satnarkoba Polrestabes Makassar sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara.

"Sudah gelar perkara dan enam orang ditetapkan tersangka. Dari enam orang tersangka, ada satu orang perwira," kata Onny, kepada wartawan, pada Kamis (16/6/2022).

Onny menyebutkan, enam anggota tersebut sebelumnya ditarik ke Direktorat Pelayanan Markas (Yanma) Polda Sulsel setelah kasus tewasnya Arfandi heboh.

"Sejak kasus ini mencuat, enam personel tersebut ditarik ke Yanma Polda Sulsel sambil menjalani pemeriksaan di Propam," kata dia.

Baca juga: Bek Timnas Indonesia Dapat Perpanjangan Kontrak dari Tim Inggris hingga 3 Tahun, Ungkap Kebahagiaan

Sebelumnya telah diberitakan, Muh Arfandi Ardiansyah (18) warga Jalan Kandea 2, Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, meninggal setelah ditangkap anggota Polrestabes Makassar terkait kasus dugaan narkoba, Senin (15/5/2022) dini hari.

Sekujur tubuh Arfandi penuh luka memar lebam diduga penganiayaan dan penyiksaan.  

Ayah Arfandi, Mukram keberatan atas meninggalnya anak kandungnya tersebut dan melaporkan kasus pindana pembunuhan dan kode etik kepolisian terhadap enam orang anggota Satuan Narkoba Polrestabes Makassar ke Polda Sulsel.

Mukram pun menuntut keadilan atas kematian anaknya dan menuntut pemecatan terhadap enam anggota Satuan Narkoba Polrestabes Makassar yang telah membunuh anaknya.

Tim Forensik Polda Sulsel pun telah membongkar makam dan autopsi jenazah Arfandi di Pemakaman Arab Bontoala Jalan Kandea 2, Kota Makassar, Kamis (19/5/2022).

Baca juga: Bobotoh Tak Boleh Rusak Laga Lagi dengan Nyalakan Flare Malam Ini, Pantia Akan Razia di Pintu Masuk

Sampel autopsi jenazah Arfandi selanjutnya dibawa ke Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk diteliti.

Autopsi ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian Arfandi. Saat dilakukan autopsi, pihak keluarga dan kepolisian dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel ikut menyaksikan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved