Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, RSD Gunung Jati Kota Cirebon Tambah Kapasitas Ruang Perawatan

Mereka menjadi pasien Covid-19 pertama yang di rawat sejak dua bulan terakhir tidak ada lagi yang dirawat di RSD Gunung Jati Kota Cirebon.

Tribun Jabar
Direktur Utama RSD Gunung Jati Kota Cirebon, Katibi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon kembali menangani tiga pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Mereka menjadi pasien Covid-19 pertama yang di rawat sejak dua bulan terakhir tidak ada lagi yang dirawat di RSD Gunung Jati Kota Cirebon.

Direktur Utama RSD Gunung Jati Kota Cirebon, Katibi, mengatakan, kedatangan pasien terpapar Covid-19 itu pun membuat jajarannya kembali bersiaga.

Menurut dia, ruang perawatan khusus pasien Covid-19 di RSD Gunung Jati yang sempat kosong karena tidak ada pasien, kini dioperasikan lagi.

"Ini untuk mengantisipasi manakala terjadi lonjakan kasus Covid-19, kami sudah siap," ujar Katibi saat ditemui di RSD Gunung Jati, Jalan Sudharsono, Kota Cirebon, Jumat (17/6/2022).

Ia mengatakan, saat ini 24 tempat tidur telah disiapkan untuk merawat pasien terpapar Covid-19 di RSD Gunung Jati menjadi rujukan utama di Wilayah III Cirebon.

Namun, pihaknya memastikan kapasitas ruang perawatan bakal terus ditambah sesuai perkembangan penyebaran kasus Covid-19 di lapangan.

"Kalau kasusnya terus melonjak, kami akan membuka hingga 218 tempat tidur di ruang isolasi khusus Covid-19 RSD Gunung Jati," kata Kartibi.

Baca juga: Setelah Dua Bulan Nol Kasus, RSD Gunung Jati Kota Cirebon Kembali Tangani 3 Pasien Covid-19

Katibi menyampaikan, ketiga pasien itu berasal dari Kota dan Kabupaten Cirebon, Serta Kabupaten Indramayu. Kini mereka dirawat intensif di ruang isolasi dan ICU.

Sementara dari ketiga pasien tersebut, pasien pertama datang pada Minggu (12/6/2022), sedangkan pasien kedua dan ketiga pada Rabu (15/6/2022).

Selain itu, hanya pasien asal Kabupaten Indramayu yang telah divaksin hingga dosis kedua, sedangkan dua lainnya belum menjalani vaksinasi Covid-19.

"Pasien dari Kabupaten Cirebon termasuk kondisi berat, karena mempunyai riwayat komorbid, sehingga ditempatkan di ICU," ujar Katibi.

Baca juga: Reisa Ingatkan Pentingnya Vaksinasi Booster: No One is Safe until Everyone is Safe

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved