Reshuffle Kabinet Jokowi
Pengamat Nilai Ini 3 Pertimbangan Presiden Jokowi Reshuffle Kabinet, Termasuk Stabilitas sampai 2024
Firman Manan, pengamat Politik Unpad menilai, ada tiga pertimbangan yang membuat Jokowi melakukan resuffle kabinet.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Presiden Joko Widodo resmi meresuffle kabinetnya. Total ada dua menteri baru dan tiga wakil menteri untuk membantu di sisa dua tahun masa jabatannya.
Firman Manan, pengamat politik Unpad menilai, ada tiga pertimbangan yang membuat Jokowi melakukan resuffle kabinet.
"Pertama tentu soal memastikan program prioritasnya bisa terealisasikan sampai akhir masa jabatan, itu kaitannya dengan kinerja menteri," ujar Firman, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (15/6/2022).
Baca juga: Zulkifli Hasan Sudah Tiba di Istana Negara Jelang Pengumuman Reshuffle Kabinet, Cuma Senyum
Kedua, kata dia, berkaitan dengan tingkat kepercayaan publik.
Dalam beberapa bulan kemarin, angka kepercayaan publik terhadap pemerintah sempat fluktuatif bahkan sempat turun rendah di bawah 60 persen.
"Itu menurut beberapa lembaga survei, tentu itu problemnya pada kinerja menteri. Salah satu isu sentimennya, soal isu penanganan minyak goreng dan kita sudah tahu sejak lama mungkin kalau menteri perdagangan itu akan kena resuffle karena isu yang menyangkut tentu kepentingan publik dan itu kebijakan populis yang harus betul-betul ditangani dengan baik," katanya.
Ketiga, ujar Firman, soal konsolidasi politik untuk menjaga stabilitas sampai 2024.
"Makanya kalau kita lihat sekarang itu, konteksnya partai politik anggota koalisi, kelihatannya semua tersenyum, semua partai dari suara terbanyak sampai yang tidak punya kursi di DPR, sudah mendapatkan jatah menteri atau wakil menteri," ucapnya.
Selain itu, masuknya Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak mengganggu partai yang lama.
Baca juga: SOSOK Hadi Tjahjanto dan Zulkifli Hasan, Dua Menteri Baru Jokowi, Jadi Menteri ATR/BPN dan Mendag
"Jadikan, tidak ada pengurangan sehingga tiga hal itu menurut saya (menjadi pertimbangan)," katanya.