Cegat Istri Orang di Tengah Jalan, Pria Warga Cirebon Ini Tak Terima Ditegur Suaminya, Malah Aniaya

tersangka membacok secara membabi buta menggunakan pedang, sehingga korbannya mengalami luka-luka dari kepala, tangan, hingga kakinya.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Ravianto
ahmad imam baehaqi/tribunjabar
Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar, beserta jajarannya saat konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Rabu (15/6/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Petugas Polres Cirebon Kota mengamankan pria berinisial SW (51) warga Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar, mengatakan, SW ditangkap karena terbukti membacok tetangganya sendiri pada Kamis (2/6/2022) kira-kira pukul 20.30 WIB.

Baca juga: Kapolres Cirebon Kota Pastikan Tersangka Penganiayaan di Gunungjati Anggota Geng Motor

Menurut dia, tersangka membacok secara membabi buta menggunakan pedang, sehingga korbannya mengalami luka-luka dari kepala, tangan, hingga kakinya.

"Tersangka melakukan tindakan penganiayaan tersebut seorang diri," kata M Fahri Siregar saat konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Rabu (15/6/2022).

Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara diduga motif SW menganiaya korban menggunakan pedang dikarenakan tidak terima terhadap sikapnya.

Pasalnya, sebelum kejadian itu entah apa alasannya tersangka menyetop istri korban yang mengendarai sepeda motor, sehingga korban menegur bahwa wanita tersebut merupakan istrinya.

Namun, tersangka yang sebenarnya hendak berkumpul bersama sejumlah warga termasuk korban justru kembali ke rumahnya dan mengambil pedang.

SW bergegas menuju tempat korban bersama warga berkumpul, kemudian membacoknya menggunakan pedang yang dibawa dari rumahnya.

"SW menyabetkan pedang tersebut beberapa kali ke arah korban, dan akibatnya mengalami luka berat hingga mendapat 10 jahitan di kepalanya," ujar M Fahri Siregar.

Fahri menyampaikan, SW dan barang bukti pedang yang digunakan untuk menganiaya korban telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka juga dijerat Pasal 351 Ayat 2 KUHP dan diancam hukuman maksimal lima tahun penjara.

"Setelah penganiayaan tersebut, tersangka sempat kabur dan berhasil kami amankab pada Senin (13/5/2022) di Jakarta," kata M Fahri Siregar.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved