Jenazah Eril Ditemukan

Jenazah Eril Diterbangkan Hari Ini, Belum Pasti Disemayamkan di Gedung Pakuan

Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz, putra sulung Gubernur Jabar Ridwan Kamil, bakal dimakamkan di permakaman keluarga di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandun

Kolase Instagram @ataliapr @emmerilkahn
Eril dalam kegiatannya sebagai bagian Jabar Bergerak Zillenial. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Jenazah Emmeril Kahn Mumtadz, putra sulung Gubernur Jabar Ridwan Kamil, bakal dimakamkan di permakaman keluarga di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung.

 Ridwan Kamil bersama jenazah putranya ini akan diterbangkan dari Swiss, Sabtu (11/6).

Eril hilang terseret arus di Sungai Aare, Swiss, sejak Kamis 26 Mei 2022 dan ditemukan pada Rabu 8 Juni 2022 pagi.

Jenazah Eril ditemukan di Bendungan Engehalde di Sungai Aare, Kota Bern, Swiss, pada Rabu (8/6) pagi.

Baca juga: Ikhlaskan Kepergian Eril, Nabila Ishma Janjikan Ini kepada Mendiang Kekasih: Akan Berusaha Nepatin

Menurut Kepala Biro Adpim Setda Provinsi Jabar, Wahyu Mijaya, di Gedung Pakuan, Jumat (10/6), andaipun memiliki waktu untuk disemayamkan, Eril akan disemayamkan di Gedung Pakuan, Kota Bandung.

Ia mengatakan rencana kepulangan Ridwan Kamil dan juga almarhum adalah pada Sabtu (11/6). Kemudian tiba di sini di Bandung, Minggu (12/6).

Pihaknya belum dapat menginformasikan lebih lanjut terkait dengan jadwal penerbangan, baik itu jadwal penerbangan dan ketibaannya di Tanah Air.

"Karena kami juga masih mencoba mengkonfirmasi, tetapi insya Allah itu akan direncanakan kepulangan di hari Sabtu dan tiba Minggu," katanya.

Baca juga: SOSOK Geraldine Beldi Guru SD yang Temukan Jasad Eril Saat Hendak Mengajar: Selalu Lihat Arah Sungai

Setelah tiba di Indonesia, katanya, pihaknya belum bisa memastikan juga apakah akan disemayamkan dulu atau langsung ke permakaman karena pihaknya akan melihat waktu tibanya dulu.

"Kalau misal waktu tibanya memungkinkan untuk langsung atau memang juga disemayamkan di sini. Jadi kita lihat perkembangannya di hari besok(hari ini)," katanya.

Ia mengatakan pengajian akan tetap dilakukan setiap hari di Gedung Pakuan, yakni setelah waktu salat asar dengan sebelum magrib.

Di sisi lain, ia mengatakan telah mempersiapkan kepulangan almarhum di bandara, berkoordinasi dengan Kemendagri kemudian dengan pihak bandara.

"Kemudian kesiapan dari bandara menuju ke sini atau langsung ke sana (permakaman), kemudian bagaimana kesiapan kalau misal disemayamkan di sini (Gedung Pakuan). Kemudian juga di lokasi permakaman itu juga kami siapkan," katanya.

Ia mengatakan yang pergi ke Swiss untuk menjemput Eril adalah Ridwan Kamil dan asistennya. Sedangkan Atalia Praratya, berada di Bandung dengan kondisi yang juga baik dan sehat.

"Prosesi pemakaman pada prinsipnya dari keluarga itu tidak ingin menghalangi orang yang bersimpati dan berdoa. Tetapi yang harus diperhatikan adalah lingkungan di sana itu kapasitasnya tidak mencukupi kalau misalnya dalam jumlah besar," katanya.

Jika ada pengaturan-pengaturan saat pemakaman, ia memohon maaf dari awal karena pihaknya ingin keluarga nyaman, masyarakat di Cimaung juga nyaman, keluarga yang hadir juga nyaman.

"Setelah dilakukan pemakaman kami akan lakukan juga doa bersama. Tetap dilakukan di Gedung Pakuan jadi tidak selesai pemakaman kemudian tidak ada doa bersama, tetapi setidaknya dalam satu minggu selanjutnya akan dilakukan doa bersama. Kami tidak membatasi masyarakat yang ingin berdoa, tetapi sekali lagi kapasitas ruang bisa sama-sama dipahami," katanya.

Jenazah Eril sendiri, katanya, sudah diurus sesuai syariat Islam di Swiss, yakni sudah dimandikan, dikafani, dan tahapan-tahapan selanjutnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved