Pembacok Montir di Cirebon Ternyata Sempat Lamar Kekasih Sebelum Kabur

Pembacokan itu terjadi di Jalan Cirebon-Indramayu, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (22/5/2022) dini hari kira-kira pukul 00.50 WI

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Ravianto
ahmad imam baehaqi/tribunjabar
Kapolres Cirebon Kota AKBP M Fahri Siregar (kedua kanan), beserta jajarannya saat konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Jumat (10/6/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Tersangka pembacokan berinisial IF (20) sempat melamar kekasihnya sebelum kabur ke Jambi bersama rekannya RK (21) yang juga terlibat dalam kasus itu.

Pembacokan itu terjadi di Jalan Raya Cirebon-Indramayu, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (22/5/2022) dini hari kira-kira pukul 00.50 WIB.

Akibatnya, korban yang diketahui berprofesi sebagai montir dilarikan ke rumah sakit dan mendapat 40 jahitan, dan dinyatakan meninggal dunia pada Minggu petang kira-kira pukul 18.00 WIB.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar, mengatakan, prosesi lamaran tersebut digelar sehari setelah IF membacok korbannya, tepatnya Senin (23/5/2022).

"Setelah lamaran, IF dan RK baru berangkat ke Bogor pada keesokan harinya," ujar M Fahri Siregat saat konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Jumat (10/6/2022).

Ia mengatakan, keduanya pun melanjutkan perjalanan ke DKI Jakarta, kemudian menyeberang ke Jambi via Pelabuhan Merak Banten.

Menurut dia, kedua tersangka bekerja di Jambi sebagai operator alat berat bersama paman IF dan tinggal di mes karyawan yang disediakan perusahaan.

Setelah serangkaian penyelidikan hingga penyidikan, pihaknya berhasil mengendus keberadaan tersangka dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polresta Jambi.

"Akhirnya, para tersangka berhasil diamankan di tempat kerjanya, kemudian dibawa ke Cirebon untuk diperiksa secara lebih lanjut," kata M Fahri Siregar.

Fahri menyampaikan, selama perjalanan dari Jambi hingga tiba di Cirebon keterangan tersangka mengenai barang bukti golok yang digunakan untuk membacok korban selalu berubah-ubah.

Bahkan, keduanya juga sempat mencoba kabur saat mencari golok tersebut di wilayah Pesisir, Kota Cirebon, sehingga petugas pun terpaksa menghadiahi timah panas di kakinya.

Akhirnya, mereka mengakui golok tersebut tidak dibuang, melainkan diberikan ke salah satu rekannya yang juga terlibat dalam kasus pembacokan itu.

"Kami juga masih memburu dua tersangka lainnya, identitasnya sudah dikantongi, dan mudah-mudahan dapat ditangkap secepatnya," ujar M Fahri Siregar.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved