BERITA SUBANG, 12 Jiwa Tinggal di Rutilahu, Kapolsek Merasa Berdosa, Langsung Bangunkan Rumah Baru

Keluarga Kasmana dan Tasirah tersenyum bahagia, melihat rumahnya yang tak layak huni akhirnya dibangun jadi layak huni.

Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Kisdiantoro
Tribunjabar.id/Ahya Nurdin
Kapolsek Pusakanagara AKP Jusdijachlan, berfoto bersama dengan Tasirah di depan rumahnya yang sedang dibongkar oleh Jajaran Polsek Pusakanagara. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Subang, Ahya Nurdin

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Keluarga Kasmana dan Tasirah tersenyum bahagia, melihat rumahnya yang tak layak huni, akhirnya bisa dibongkar untuk dibangun menjadi rumah layak huni oleh Jajaran Polsek Pusakanagara.

Tasirah, istri Kasmana mengaku senang dan bahagia, impiannya ingin membongkar dan membangun rumahnya menjadi rumah layak huni akhirnya terwujud.

"Alhamdulillah! di Jumat penuh berkah ini, rumah saya bisa dibongkar untuk dibangun menjadi rumah baru yang layak huni oleh jajaran Polsek Pusakanagara,"ujar Tasirah, di sela-sela kegiatan pembongkaran rumahnya, Jumat(10/6/2022)

Menurut Tasirah, rumahnya sudah berusia 21 tahun, kondisinya sudah tak layak huni dan bahan bangunannya sudah pada rapuh dan kropos akibat dimakan rayap.

"Usia rumah semi permanen yang saya tinggali dan keluarga, sudah udzur berusia 21 tahun lebih sehingga material bangunan seperti kayu penyangga genting dan dindingnya yang terbuat dari bilik bambu sudah kropos dimakan rayap," katanya

Baca juga: BERITA SUBANG: Dipimpin Kapolsek, Polisi Langsung Turun Tangan Bangun Rumah Warga Miskin

Tasirah juga mengatakan, rumahnya selama ini dihuni oleh 3 kepala keluarga dengan jumlah jiwa 12 orang.

" Saya punya anak 6 ditambahmenantu 1, dan mertua serta 1 cucu, totalnya 12 jiwa yang tinggal dirumah tak layak huni ini," katanya

Tasirah juga mengaku selama ini tak bisa memperbaiki rumahnya yang kondisinya sudah tak layak huni dan hampir roboh tersebut, dikarenakan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan.

"Jangankan untuk membangun rumah, untuk makan saja sulit. Saya dan suami hidup sebagai buruh tani serabutan, tak bisa untuk membangun atau merehab  rumah," ungkapnya

Kapolsek Pusakanagara AKP Jusdijachlan, berfoto bersama dengan Tasirah di depan rumahnya yang sedang dibongkar oleh Jajaran Polsek Pusakanagara.
Kapolsek Pusakanagara AKP Jusdijachlan, berfoto bersama dengan Tasirah di depan rumahnya yang sedang dibongkar oleh Jajaran Polsek Pusakanagara. (Tribunjabar.id/Ahya Nurdin)

Tasirah dan keluarga mengucapkan terima kasih banyak kepada Jajaran Polsek Pusakanagara, yang sudah bersedia membantu merehab rumah saya yang sudah tak layak huni dan mau ambruk.

"Terima Kasih Pak Kapolsek Pusakanagara, berkat Polisi mimpi saya dan keluarga ingin punya rumah layak huni akhirnya segera terwujud,"ucapnya

Sementara itu, Kapolsek Pusakanagara AKP Jusdijachlan, mengatakan pembangunan rumah milik Kasmana dan Tasirah ini bagian dari bentuk keprihatinan dan kepedulian dari jajaran Kepolisian Polsek Pusakanagara terhadap warga kurang mampu.

"Saya merasa berdosa, jika rumah ini tak segera direhab, mengingat rumah ini mau ambruk dan membahayakan bagi penghuninya yang berjumlah 12 jiwa,"ucap Jusdijachlan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved