Viral Pria di Gresik Nikahi Seekor Kambing, Kementerian Agama Tanggapi Begini

Video pernikahan Saiful Arif dengan seekor kambing itu berdurasi 2 menit dan viral di media sosial.

Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Dian Herdiansyah
Ilustrasi kambing. Viral video pernikahan seorang pria dengan seekor kambing di Gresik, Jawa Timur. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Viral video pernikahan seorang pria dengan seekor kambing di Gresik, Jawa Timur.

Pria yang menikahi kambing itu diketahui bernama Saiful Arif, seorang anggota perkumpulan Spiritualis Nusantara yang merupakan warga Desa Klampok, Kecamatan Benjeng, Gresik, Jawa Timur.

Video pernikahan Saiful Arif dengan seekor kambing itu berdurasi 2 menit dan viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, tampak Saiful Arif mengenakan blangkon warna hijau sementara kambing yang dinikahinya berwarna putih dengan ukuran kecil.

Saiful Arif diketahui mengaku sebagai Satrio Piningit dan pernikahannya dengan kambing itu disebutnya sebagai pernikahan untuk mempersatukan Bumi Pertiwi dan Bumi Nusantara.

Sekretaris Ditjen (Sesditjen) Bimas Islam Kementerian Agama M Fuad Nasar menanggapi viralnya kabar seorang pria di Gresik, Jawa Timur, yang menikahi kambing untuk kepentingan konten media sosial.

Fuad meminta masyarakat untuk menjaga sakralitas pernikahan.

“Hormati sakralitas lembaga pernikahan. Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang agamis. Maka ketika bicara pernikahan atau perkawinan dalam pikiran bawah sadar tentu yang dimaksud pernikahan menurut hukum agama atau kepercayaan masing-masing, tidak ada selain itu,” kata Fuad melalui keterangan tertulis, Kamis (8/6/2022).

Fuad mengatakan, pernikahan yang dilakukan pria dan wanita sebagai dasar pembentukan keluarga merupakan jalan ibadah menuju keridaan Tuhan.

Menurutnya, tidak sah pernikahan yang tidak sesuai dengan ketentuan agama.

“Tidak sah nikah tanpa mengikuti ketentuan agama atau nikah yang tidak mengindahkan syariat agama,” ujar Fuad .

Fuad mengungkapkan, di dalam pernikahan terdapat rambu-rambu yang ditentukan agama demi kemaslahatan manusia itu sendiri.

Keinginan membangun keluarga yang sakinah, kata Fuad, perlu diikuti dengan ketaatan terhadap rambu-rambu tersebut.

“Agama adalah roh bagi sebuah perkawinan. Bagi umat Islam, akad nikah sebagai landasan terbentuknya ikatan perkawinan disebut mitsaqan ghalizha (perjanjian suci yang kokoh),” tutur Fuad.

Fuad menegaskan, agama dan perkawinan memiliki keterkaitan dalam kehidupan.

"Keterkaitan antara perkawinan dan agama adalah sesuatu yang prinsipil bagi setiap umat beragama yang menjunjung tinggi nilai-nilai agamanya dalam pembentukan keluarga,” pungkas Fuad.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved