Penemuan Bahan Peledak di Bandung, Polisi Sudah Deteksi Siapa Pemiliknya? Tanpa Keterangan Pembuat

Pihak Polda Jabar masih menelusuri siapa pemilik bahan peledak, senjata api, dan peluru aktif yang ditemukan di bangunan tua di Jalan Asia Afrika.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Gegana Brimob Polda Jabar dikerahkan ke Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, terkait ditemukannya bahan peledak dan senjata api, Senin (6/6/2022) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pihak Polda Jabar masih menelusuri siapa pemilik bahan peledak, senjata api, dan peluru aktif yang ditemukan di bangunan tua di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin (6/6/2022) malam.

Polisi terus meminta keterangan dari saksi-saksi untuk mengungkapnya.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengatakan, hingga saat ini sudah ada sembilan saksi yang dimintai keterangan. 

"Beberapa saksi yang kita periksa awal itu memang terkait dengan sepengetahuannya dia berkenaan penemuan alat bahan peledak tersebut. Kemudian saksi berikutnya ini hasil pengembangan terkait profil dari pemilik rumah dan juga yang menempati pertama," ujar Ibrahim Tompo saat ditemui di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis (9/6/2022). 

Dari keterangan sembilan saksi itu, kata dia, pihaknya belum mendapat informasi jelas terkait kepemilikan dan sumber temuan bahan peledak dan senjata api tersebut. 

"Karena kita baru mendapatkan informasi terkait pemilik rumah ibu DKH, menginformasikan bahwa tempat tersebut ditempati oleh ponakannya bernama SAM dan meninggal pada November 2021," katanya. 

Setelah SAM meninggal, kata dia, gedung tua tersebut tidak berpenghuni. Sempat dilakukan pembersihan namun di bagian luarnya saja. 

"Kunci tetap dipegang oleh pemilik rumah," ucapnya. 

Baca juga: Kapolrestabes Bandung Temui Perwakilan Bobotoh, Ingatkan Ini Selama Gelaran Piala Presiden

Mengingat pemilik rumah sudah lanjut usia, kata dia, pihaknya belum dapat melakukan pemeriksaan mendalam. 

"Sehingga kita akan menggunakan pola lain untuk melakukan pemeriksaan dan pemanggilan. Memang agendanya sudah ditentukan terhadap yang bersangkutan, namun sampai sekarang belum hadir juga untuk memberikan keterangan," katanya. 

Berdasarkan hasil identifikasi terhadap bahan peledak, senjata api dan pelurunya, kata dia, tidak ditemukan petunjuk apa pun. 

Baca juga: Penantian 22 Tahun, Akhirnya Pelajar SMAN 1 Cianjur Wakili Jabar Masuk Tim Paskibraka Nasional

"Dalam data materiel yang ditemukan, memang nomor seri itu tidak menunjukkan tahun produksi, tidak menunjukkan siapa yang membuatnya, jadi produsennya tidak dicantumkan," ucapnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved