Seekor Kijang Nyasar Masuk Ruang Kelas di SDN Maleber, Ini Kondisinya Sekarang

Ternyata kijang jantan yang berusia sekitar 5 tahun tersebut kini masih berada di kandang reservasi sementara

Penulis: Andri M Dani | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Andri M Dani
Kijang liar yang ditangkap warga setelah masuk ruang kelas di SDN 5 Maleber, Ciamis. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Masih ingat kejadian unik dan langka, seekor kijang (Muntiacus muntjak) yang tersesat masuk ruang kelas II SDN 5 Maleber di Dusun Blender Rt 02 RW 08 Kelurahan Maleber Ciamis, Selasa (31/5) pukul 08.00 seminggu lalu?

Ternyata kijang jantan yang berusia sekitar 5 tahun tersebut kini masih berada di kandang reservasi sementara di bagian belakang kantor BKSDA Wilayah III Jabar di Ciamis.

“Kondisinya semakin membaik. Sehat,” ujar Dede Nurhidayat, fungsional konservasi BKSDA Wilayah III Jabar di Ciamis, kepada Tribun Selasa (7/6).

Yanti Srinovianti SPd (29) menunjukkan ruang kelas yang acak-acakan setelah seekor kijang liar masuk ke dalam kelas.
Yanti Srinovianti SPd (29) menunjukkan ruang kelas yang acak-acakan setelah seekor kijang liar masuk ke dalam kelas. (Tribun Jabar/Andri M Dani)

Selain kondisi kijang tersebut sudah membaik, luka yang ada pada kaki kijang itu menurut Dede juga sudah sembuh.

“Luka yang ada di kaki (kaki kiri bagian belakang) juga sudah sembuh,” katanya.

Dan napsu makannya juga semakin membaik.

Namun pihak BKSDA Ciamis sampai saat ini menurut Dede belum bisa memastikan asal usul kijang yang sempat nyasar masuk ruang kelas di SDN 5 Maleber Selasa (31/5) pagi tersebut.

Apakah itu kijang peliharaan atau kijang liar yang berasal habitatnya di hutan Gunung Sawal. Sementara lokasi sekolah di  wilayah kota  yang cukup jauh dari lokasi hutan Gunung Sawal.

“Tentang asal usul kijang tersebut masih ditelusuri. Tapi sampai saat ini belum ada info tambahan dari masyarakat,” ujar Dede.

Dari perkiraan sementara kijang tersebut merupakan kijang liar. Terlihat  dari prilakunya yang masih giras (liar). Kemungkinan kijang tersebut tersesat saat menjelajah  koridor satwa sepanjang aliran Selokan Cimamut mungkin karena mencari makan berupa rumput-rumput hijau dan basah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved