Respons Pembeli Tinggi, Podomoro Park Mendobrak Market Industri Properti Kawasan Bandung Selatan

Salah satu proyek prestisius Agung Podomoro Land (APLN) di kawasan Bandung Selatan kembali mendobrak pangsa pasar industri properti.

TRIBUNJABAR.ID/KEMAL SETIA PERMANA
Manajemen Podomoro Park Bandung saat menggelar Customer Gathering “The Great Wangsa”, Minggu (5/06/2022). 

 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Salah satu proyek prestisius Agung Podomoro Land (APLN) di kawasan Bandung Selatan kembali mendobrak pangsa pasar industri properti.

Ini karena respons masyarakat sangat tinggi terhadap keberadaan APLN di kawasan ini.

Dari data yang berhasil dihimpun, Podomoro Park Bandung mencatatkan pembelian puluhan unit hanya lewat satu acara customer gathering “The Great Wangsa”.

Marketing GM Podomoro Park Bandung, Tedi Guswana, mengatakan bahwa pemerintah mempredikai pertumbuhan ekonomi akan tumbuh sebesar 5,2 hingga 5,8 persen tahun 2022 yang mana hal ini meyakinkan industri properti untuk menggenjot penjualan melalui berbagai cara.

Selain memanfaatkan stimulus pemerintah, industri properti memancing market dengan kegiatan tahunan yang sebelumnya tidak dilakukan karena pandemi. 

“Pelonggarkan prokes oleh pemerintah berdampak pada permintaan hunian yang kembali tinggi. Market kini tidak lagi wait and see, tapi sudah tahap action dan kami, developer, juga bisa melakukan kegiatan customer gathering lagi” kata Tedi saat ditemui di Marketing Gallery, Selasa (7/06/2022). 

Acara yang dihadiri loyal customer tersebut menghadirkan President Director ERA Indonesia, Darmadi Darmawangsa, Marketing Director APL Agung Wirajaya, dan Marketing GM Tedi Guswana dalam satu talkshow menarik. 

Sementara President Director ERA Indonesia, Darmadi Darmawangsa, menyebutkan bahwa perilaku market pada sektor properti mulai stabil meningkat.

“Industri Properti saat ini dalam situasi blooming to booming. Tapi ingat jangan beli property saat sudah booming. Belilah saat ini saat transisi” kata Darmadi. 

Transisi dari membekunya pasar ke perilaku pasar yang mulai memanas memang perlu didorong oleh berbagai stimulus serta kegiatan bincang properti. Untuk itu, kegiatan semacam customer gathering mampu mendorong penjualan properti.

Tingginya permintaan hunian di Podomoro Park Bandung mendorong pihaknya mempersiapkan stimulus properti yang menarik. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved