PPDB SMA, Orang Tua Bingung, Tetap ke Sekolah Meski Sudah Daftar Online untuk Lakukan Ini

Sejumlah orang tua masih mendatangi sekolah tujuan untuk mendaftarkan anaknya pada hari pertama PPDB tingkat SMA, Senin (6/6/2022).

Editor: Giri
Tribunjabar.id/Nazmi Abdurraham
ILUSTRASI - SMAN 5 Bandung membuka kuota 340 siswa baru pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun akademik 2022-2023. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah orang tua masih mendatangi sekolah tujuan untuk mendaftarkan anaknya pada hari pertama PPDB tingkat SMA, Senin (6/6/2022).

Mereka tetap datang sekalipun sudah melakukan pendaftaran secara online. Seperti terpantau di SMAN 3 Kota Bandung sepanjang hari kemarin.

"Mereka sepertinya keliru mengartikan kata luring. Akibatnya, sekalipun sudah daftar secara daring, mereka tetap datang lagi ke sini untuk daftar luring. Padahal, kan, maksudnya boleh daring, boleh luring, daftarnya. Jadi ada misinformasi," ujar Ida Rohayani, Humas SMAN 3 Bandung, Jalan Belitung, Kota Bandung, Senin.

Meski demikian, kata Ida, para orang tua tetap mereka layani di bagian informasi PPDB.

"Macam-macam persoalannya. Ada yang misinformasi, ada juga yang ternyata belum punya akun, padahal orang Bandung," ujarnya.

Kurangnya literasi, kata Ida, membuat para orang tua calon siswa masih berpikir seperti dulu bahwa untuk mendaftar harus datang langsung ke sekolah. Padahal,  bersama Dinas Pendidikan Jawa Barat, ujarnya, mereka sudah melakukan sosialisasi PPDB dengan beragam cara.

"Kami juga sudah gencar sosialisasi lewat media sosial dan itu berulang-ulang disampaikan," ujarnya.

Kemarin, hal serupa juga terjadi di SMA Negeri 5,  Jalan Belitung, Kota Bandung. Pada hari pertama PPDB, banyak orang tua yang memilih datang langsung ke sekolah. Seperti yang dilakukan Malia (31), warga Pelesiran, Cihampelas, Kota Bandung.

Malia mengaku sengaja datang ke SMAN 5 Bandung untuk konsultasi. 

"Anak saya mau masuk jalur prestasi rapor dari SMPN 7," ujarnya.

Dia masih bingung  soal titik koordinat rumah dan sekolah serta nilai rata-ratanya dari pihak sekolah.

"Informasinya kadang suka simpang siur ya, dari sekolah asal sama dari sini (sekolah tujuan)," katanya.

Namun, setelah konsultasi, Malia mengaku tercerahkan.

"Sekarang sudah jelas semua. Nanti kalau untuk pendaftaran seperti anak saya, lewat jalur akademik prestasi rapor, itu semua ditampung, nanti baru dilihat, mungkin dirata-ratakan oleh pihak sekolah atau pihak Disdik, saya kurang paham kalau itu," ucapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved