Dituduh Jadi Penyebab Krisis Pangan Global, Rusia Walk Out dari Sidang DK PBB

Mendengar tuduhan itu, duta besar Moskow untuk PBB pun keluar dari rapat dewan keamanan, The Guardian melaporkan.

Editor: Ravianto
TIMOTHY A. CLARY / AFP
Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia meninggalkan tempat setelah kesimpulan dari pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York City pada 5 April 2022. (TIMOTHY A. CLARY / AFP) 

TRIBUNJABAD.ID, NEW YORK - Presiden Dewan Eropa Charles Michel menuduh Rusia menggunakan pasokan makanan sebagai "rudal siluman" terhadap negara-negara berkembang.

Ia juga menyalahkan Kremlin atas krisis pangan global yang belum berakhir.

Mendengar tuduhan itu, duta besar Moskow untuk PBB pun keluar dari rapat Dewan Keamanan PBB, The Guardian melaporkan.

Baca juga: Balas Sanksi Uni Eropa, Rusia Setop Pasokan Gas ke Denmark, Jerman, dan Belanda

Michel berbicara langsung kepada duta besar Rusia, Vassily Nebenzia pada pertemuan dewan pada Senin (6/6/2022).

Ia mengatakan jutaan ton biji-bijian dan gandum terjebak dalam kontainer dan kapal di pelabuhan Odesa, Ukraina.

Bahan makanan itu disebut sudah terjebak sejak beberapa minggu yang lalu karena ada kapal perang Rusia di Laut Hitam.

Ia mengatakan serangan Moskow terhadap infrastruktur transportasi Ukraina dan fasilitas penyimpanan biji-bijian, serta tank, serangan udara, dan ranjaunya, telah menghalangi Ukraina menanam dan memanen.

"Situasi ini menaikkan harga pangan, mendorong orang jatuh ke dalam kemiskinan dan membuat seluruh wilayah tidak stabil," kata Michel.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel tiba untuk hari pertama pertemuan khusus Dewan Eropa di Gedung Dewan Eropa di Brussels pada 30 Mei 2022.
Presiden Dewan Eropa Charles Michel tiba untuk hari pertama pertemuan khusus Dewan Eropa di Gedung Dewan Eropa di Brussels pada 30 Mei 2022. (Kenzo TRIBOUILLARD / AFP)

"Rusia bertanggung jawab penuh atas krisis pangan yang mengancam ini."

"Rusia saja."

Michel juga menuduh pasukan Rusia mencuri gandum dari daerah-daerah di Ukraina yang telah didudukinya sambil mengalihkan kesalahan orang lain.

Ia menyebut Rusia "pengecut" dan melakukan propaganda.

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia meninggalkan tempat setelah kesimpulan dari pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York City pada 5 April 2022.
Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia meninggalkan tempat setelah kesimpulan dari pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York City pada 5 April 2022. (TIMOTHY A. CLARY / AFP)

Mendengar itu, Nebenzia kemudian keluar ruangan, memberikan kursinya kepada diplomat lain.

Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB, Dmitry Polyansky kemudian mengatakan di Telegram Rusia bahwa komentar Michel "sangat kasar" sehingga Nebenzia meninggalkan ruangan.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved