SOSOK Soekarno Proklamator Indonesia, Menikah Beberapa Kali, Ini Istri yang Setia Sampai Akhir Hayat

Inilah sosok Soekarno yang saat ini berulang tahun ke-121, menikah beberapa kali, tapi hanya ada satu yang temani sampai akhir hayat.

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: taufik ismail
Istimewa
Soekarno dan Hartini. 

TRIBUNJABAR.ID - Inilah sosok Soekarno yang saat ini berulang tahun ke-121, dikenal punya banyak istri tapi hanya ada satu yang menemani sampai akhir hayat.

Hari ini 121 tahun lalu, sosok Bapak Proklamator Indonesia yang juga menjadi Presiden RI pertama, Ir. Soekarno, lahir ke dunia.

Bung Karno dilahirkan di Surabaya pada 6 Juni 1901.

Sempat ada beberapa versi terkait tempat kelahiran Bung Karno. Selain Surabaya, ada juga versi yang menyebutkan bahwa Bung Karno dilahirkan di Blitar, Jawa Timur.

Namun menurut biografi Soekarno yang ditulis oleh Cindy Adams yang berjudul "Soekarno Penyambung Lidah Rakyat", Soekarno bercerita bahwa ia lahir di Surabaya.

Soekarno merupakan anak kedua dari Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai.

Beliau memiliki satu orang kakak perempuan yang bernama Raden Soekarmini.

Presiden Pertama Indonesia, Soekarno.
Presiden Pertama Indonesia, Soekarno. (Istimewa via https://nationalgeographic.grid.id)

Baca juga: Hari Kemerdekaan Indonesia: Sejarah Perumusan Teks Proklamasi hingga Dibacakan Ir Soekarno

Semula, Soekarno diberi nama Koesno Sosrodihardjo oleh orang tuanya. Namun karena semasa kecil Soekarno sering sakit-sakitan, namanya diubah menjadi Soekarno ketika berusia lima tahun.

Nama tersebut diambil dari nama pewayangan, Karna.

Soekarno lahir dari perpaduan antara bangsawan kelas priyayi dari sang ayah dan keluarga Brahmana dari sang ibu yang taat beribadah. Sehingga membuat Soekarno memiliki kultur dan kepercayaan yang kuat.

Mengutip Kompas.com dari buku Soekarno Hatta Ada Persamaan dan Perbedaanya (1983) karya Tamar Djaya, tahun 1907 Soekarno masuk sekolah dasar atau sekolah rakyat (SR) pada waktu itu, di Tulung Agung.

Ia tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo. Pada tahun 1908, Soekarno masuk ke Sekolah Dasar di HIS, kemudian melanjutkan ke Europesche Legore School (ELS) di Mojokerto pada tahun 1913.

Ayahnya mendidik Soekarno dengan disiplin tinggi, sehingga Soekarno dituntut untuk terus belajar membaca dan menulis. Usaha tersebut membuat Soekarno termasuk murid yang unggul.

Lulus dari ELS, Soekarno melanjutkan pendidikannya di Hogere Burger School (HBS) di Surabaya pada 1916. Di periode ini Soekarno bertemu dengan Tokoh Sarekat Islam, H.O.S Tjokroaminoto.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved