Menteri BUMN Targetkan Jumlah Warga Cirebon yang Mendapat Modal Usaha Tanpa Jaminan Naik 50 Persen

Erick Thohir menargetkan pada tahun ini jumlah nasabah Mekaar di Kabupaten Cirebon bertambah menjadi 150 ribu,

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Pasar Murah dan Festival UMKM BUMN di Stadion Ranggajati, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (6/6/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Menteri BUMN RI, Erick Thohir, menargetkan jumlah warga Cirebon yang mendapatkan kemudahan akses modal usaha tanpa jaminan melalui program Mekaar naik 50 persen.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan, hingga kini tercatat 103 ribu ibu-ibu prasejahtera di Kabupaten Cirebon yang tergabung menjadi pengusaha Mekaar.

Menurut dia, Erick Thohir menargetkan pada tahun ini jumlah nasabah Mekaar di Kabupaten Cirebon bertambah menjadi 150 ribu, sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu melalui program modal usaha tanpa jaminan itu.

Baca juga: Dukung Pengembangan UMKM Kopi di Kendal, PLN Salurkan Bantuan Mesin Pengemasan Otomatis

"Bapak Erick Thohir ingin meningkatkan jumlah masyarakat yang terbantu lewat pinjaman usaha Mekaar, targetnya menjadi 150 ribu nasabah," kata Arya Sinulingga saat ditemui usai Pasar Murah dan Festival UMKM BUMN di Stadion Ranggajati, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin (6/6/2022).

Dalam kesempatan itu, Arya juga sempat berbincang dengan sejumlah nasabah Mekaar asal Kabupaten Cirebon yang hadir dalam Pasar Murah dan Festival UMKM BUMN tersebut.

Salah satu pelaku UMKM yang bergerak di bidang pengolahan kulit, Akbar, menyampaikan terima kasih, karena pendampingan bisnis oleh BUMN membantu usahanya dalam hal permodalan hingga pelatihan.

Namun, Akbar mengakui masih sangat membutuh sarana promosi dan penjualan untuk produk-produk buatannya, terutama para pengrajin kulit yang pasarnya masih terbatas.

Arya pun menyarankan agar Akbar menggunakan platform milik BUMN yaitu PaDi UMKM yang memungkinkannya mempromosikan dan menjual produknya secara daring.

"Kami juga akan membuka gerai Rumah BUMN di fasilitas umum yang dimiliki oleh BUMN, salah satunya adalah stasiun kereta api yang tersebar di berbagai wilayah," ujar Arya Sinulingga.

Selain itu, nasabah Mekaar lainnya, Yetti, yang berjualan makanan khas Cirebon, mengungkapkan kemudahan dalam mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa jaminan.

Baca juga: Olympic Group Dorong Digitalisasi UMKM Retail Furnitur Jabar Pascapandemi

"Syaratnya hanya KTP dan KK, bahkan ada pelatihannya juga setiap minggu. Alhamdulillah, bantuan dan pelatihan ini membaut omzet meningkat signifikan," kata Yetti saat berbincang dengan Arya.

Sementara Pasar Murah dan Festival UMKM BUMN itu menyediakan ribuan paket sembako seharga Rp 65 ribu yang berisi lima kilogram beras, satu kilogram gula pasir, dan satu liter minyak goreng.

Arya menyampaikan, kegiatan di Kabupaten Cirebon tersebut menjadi titik ketujuh yang digelar sebagai bentuk kepedulian Menteri BUMN, Erick Thohir, kepada masyarakat secara langsung.

"Kegiatan ini juga didukung BUMN pelaksana, di antaranya, KAI, Dirgantara Indonesia, LEN, Jasa Tirta 2, Antam, Askrindo, Pos Indonesia, Reasuransi Indonesia, Surveyor Indonesia, dan Inti," ujar Arya Sinulingga.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved