Beraksi Juga di Sumedang, Lima Spesialis Pembobol Toko Diamankan Polres Majalengka, Tiga Residivis

Satreskrim Polres Majalengka berhasil menangkap lima pencuri spesialis bobol toko di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Giri
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Lima penjahat spesialis pembobol toko diringkus Polres Majalengka. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Satreskrim Polres Majalengka berhasil menangkap lima pencuri spesialis bobol toko di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Selama ini, mereka sudah beraksi di empat toko.

Hasil dari kejahatan tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan foya-foya.

Kapolres Majalengka, AKBP Edwin Affandi, mengatakan, mereka adalah Y (42), IS (21), TA (33), YK (39) yang merupakan warga Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, dan seorang lagi asal Kecamatan Maja.

"Dari lima orang yang berhasil ditangkap, tiganya merupakan seorang residivis dengan kasus yang sama," ujar Edwin, Sabtu (4/6/2022).

Edwin mengungkapkan, mereka tak cuma beraksi di Majalengka, tapi juga di Kabupaten Sumedang.

"Selain toko kelontong di Desa Lampuyang, Kecamatan Talaga, pada bulan April lalu, sebelumnya para tersangka juga pernah beraksi bobol minimarket di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, dan di Kabupaten Sumedang sebanyak dua kali," ucapnya.

Sejumlah barang bukti berhasil diamankan petugas.

Di antaranya linggis yang menjadi alat pembobol, palu ukuran besar, obeng, golok, dan lain-lain.

Dari keterangan tersangka, mereka beraksi saat kondisi toko dalam keadaan tutup.

Merek masuk lewat atap dan menggasak seluruh barang yang ada di toko.

"Dari tangan pelaku kita amankan puluhan bungkus rokok, 212 biji kartu BPNT, satu hardisk. Barang yang diambil dipakai untuk keperluan pribadi maupun dijual dan uangnya untuk foya-foya," jelas Edwin.

Dalam aksi pembekukan para tersangka di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, petugas terpaksa menghadiahi timah panas kepada mereka.

Pasalnya, para pelaku sempat melakukan perlawanan.

"Para pelaku terbukti melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan melanggar Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama sembilan tahun," katanya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved