Tukang Kayu Ini Merampok Mal di Kota Cirebon, Kenakan Mukena Motif Bunga-bunga Agar Tidak Dikenali

Warga Tegal, Jawa Tengah, berinisial MN (34) harus berurusan dengan petugas Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Lemahwungkuk Kota Cirebon.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Darajat Arianto
Tukang Kayu Ini Merampok Mal di Kota Cirebon, Kenakan Mukena Motif Bunga-bunga Agar Tidak Dikenali
DOK. HUMAS POLRES CIREBON KOTA
Sejumlah barang bukti yang diamankan dari tersangka di Mapolsek Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jumat (3/6/2022).

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi


TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Warga Tegal, Jawa Tengah, berinisial MN (34) harus berurusan dengan petugas Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Lemahwungkuk Kota Cirebon.


Pasalnya, pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang kayu tersebut terbukti merampok salah satu mal di Kota Cirebon pada Sabtu (28/5/2022) lalu.


Kapolsek Lemahwungkuk, Iptu Wawan Hermawan, mengatakan, MN dibekuk di kontrakannya di wilayah Tegal pada Kamis (2/6/2022) dinihari kira-kira pukul 01.30 WIB.


Menurut dia, saat ini tersangka yang diduga beraksi seorang diri itu telah diamankan di Mapolsek Lemahwungkuk untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


"Dalam aksinya, MN mencuri barang berharga dari mulai ponsel, laptop, dan lainnya," kata Wawan Hermawan melalui pesan singkatnya, Jumat (3/6/2022).


Ia mengatakan, saat beraksi MN menyamar menjadi perempuan dan mengenakan mukenah bermotif bunga-bunga.


Bahkan, tersangka juga menggunakan untuk menutupi wajahnya sehingga tidak mudah dikenali. Diketahui MN berhasil masuk mal setelah merusak pintunya.


Selanjutnya MN menggondol ponsel, laptop, dan lainnya dari salah satu tenant dan meja informasi yang berada tak jauh dari pintu masuk mal tersebut.


"Kami bertindak cepat memburu tersangka setelah menerima laporan pencurian dengan pemberatan dari pengelola mal," ujar Wawan Hermawan.


Pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari mulai ponsel dan laptop yang dicuri, serta mukenah yang dikenakan tersangka saat beraksi.


Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dan diancam hukumam maksimal tujuh tahun penjara.


"Kami masih memeriksa MN untuk mendalami motifnya dan mengungkap ada atau tidaknya kemungkinan TKP lainnya," kata Wawan Hermawan. (*)

 

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved