Tempat Kos Rasa Apartemen, Investasi Menarik ala Wangsa Rajasa di Jatinangor Sumedang

Jatinangor di Kabupaten Sumedang, menjadi kawasan pendidikan yang populer di Indonesia. Banyak mahasiswa ingin tinggal di kosan yang nyaman yang

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/KIKI ANDRIANA
Suasana tempat kos Wangsa Rajasa di Cibeusi, Jatinangor, Sumedang, Kamis (2/6/2022). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Jatinangor di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat menjadi kawasan pendidikan yang populer di Indonesia.

Banyak universitas ternama yang mendirikan kampus di daerah ini, seperti Unpad, IPDN, ITB, dan Ikopin. 


Adanya universitas berkelindan dengan banyaknya mahasiswa yang datang ke Jatinangor. Banyak mahasiswa ingin tinggal di kosan atau kamar kontrakan yang nyaman, yang mendukung tujuan mereka datang untuk belajar. 


"Momentum seperti ini harus dijawab dengan investasi di bidang properti berupa kos-kosan yang memiliki daya tarik," kata Supervisor Wangsa Rajasa, Mohammad Erik di Desa Cibeusi, Jatinangor, Sumedang, Kamis (2/6/2022).


Wangsa Rajasa tengah membangun 198 gedung kos-kosan. Setiap gedung memiliki 6 kamar atau 12 kamar. Setiap gedung ditawarkan kepada calon pembeli sebagai sarana untuk berinvestasi. 


"Bangunan yang kami buat ada dua varian, Yang berkapasitas 12 kamar dan yang 6 kamar. Yang kami sediakan di dalam unit itu lemari, kasur, meja belajar, tv, dan rak buku," kata Erik. 


Namun, fasilitas tambahan seperti AC atau penghangat air (water heater) bisa diadakan sesuai dengan permintaan pemilik gedung kosan.  


"Baik yang 12 kamar maupun yang enam kamar, sama-sama berdiri di lahan seluas 120 meter persegi. Yang 12 kamar tiga lantai dengan masing-masing lantai empat kamar, yang 6 kamar hanya dua lantai masing-masing tiga kamar," kata Erik. 


Gedung kos-kosan itu diklaim Erik sebagai investasi yang tak akan pernah berhenti mendatangkan penghasilan pasif (passive income).

Dengan harga KPR sekitar Rp1,9 M, calon investor sudah dapat memiliki salah satu gedung dua lantai yang berjumlah 6 kamar. 


Investasi seperti ini mirip dengan investasi apartemen, yakni membeli properti bukan untuk ditinggali, melainkan untuk disewakan. 


Namun, yang berbeda di Wangsa Rajasa adalah sertifikat yang akan diterima pemilik gedung. Jika legalitas pembelian apartemen ada batasnya, makan membeli pgedung kosan di Wangsa Rajasa akan selamanya. 


"Sertifikatnya SHM. Jadi itu sudah berarti memiliki tanah dan bangunan, bahkan bisa diwariskan," katanya. 


Wangsa Rajasa membangun kompleks gedung kosan ini di Jatinangor dengan alasan masih memiliki suasana yang sejuk, dan tidak jauh dari akses tol. 

Suasana tempat kos Wangsa Rajasa di Cibeusi, Jatinangor, Sumedang, Kamis (2/6/2022).
Suasana tempat kos Wangsa Rajasa di Cibeusi, Jatinangor, Sumedang, Kamis (2/6/2022). (TRIBUNJABAR.ID/KIKI ANDRIANA)


"Ke tol atau ke rumah sakit AMC di Cileunyi hanya 10 menit paling lama," katanya. 


Dari 198 gedung kosan yang tengah dibangun, sebanyak 155 gedung telah terjual.

Erik mengatakan, masih tersisa sekitar 45 gedung. 


Para pembeli juga tidak perlu khawatir dengan manajemen building atau manajemen perawatan bangunan.

Meski telah menjadi hak milik, perawatan bangunan boleh diserahkan kepada perusahaan penyedia jasa tersebut. 


"Mau dirawat sendiri silakan, tetapi kami menyarankan pakai jasa perusahaan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved