Wabah PMK Menyebar Cepat di Kabupaten Bandung, Seribu Lebih Hewan TernakTerjangkit

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran, PKM di Kabupaten Bandung berkembang menjadi 1.255 hewan ternak yang terdampak.

TRIBUNCIREBON.COM/AHMAD IMAM BAEHAQI
ILUSTRASI - Peternakan sapi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Di Kabupaten Bandung, menyebar cepat, kini sudah ada seribu lebih hewan ternak yang terjangkit PMK.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran, PKM di Kabupaten Bandung berkembang menjadi 1.255 hewan ternak yang terdampak.

"Begitu satu titik terkena, penyebarannya memang cepat, makanya PMK ini yang dikhawatirkan dan diwaspadai oleh kita karena tingkat penyebarannya yang cepat," ujar Tisna, saat dihubungi, Kamis (2/6/2022).

Baca juga: Update Kasus Wabah PMK di Kota Bandung, Kepala DKPP Sebut Laporan Wabah Ada Tiga Kecamatan Ini

Menurut Tisna, penyebarannya bisa karena manusia yang keluar masuk kandang hewan ternak, laluangin itu berdasarkan teori 10 kilometer radiusnya.

"Jadi kalau satu titik terkena radius 10 kilo itu harus diwaspadai," ujar Tisna.

Menurut Tisna, yang terkena PMK di Kabupaten Bandung, sapi perah sebanyak 1050 ekor, sapi potong 212 ekor, domba 11 ekor, kerbau 3 ekor, sedangkan kambing tak ada yang terdampak.

"Adapun yang mati akibat PMK sebanyak 11 ekor hewan ternak, potong paksa 10, dan membaik 203," kata Tisna.

Sekarang, kata Tisna, penyebaran sangat cepat, dukungan dari dengan vaksin, antibiotik, vitamin, disinfektan kemudian APD, seperti jarum suntik harus sekali pakai, perlakuannya seperti Covid-19.

"Yang terkena PMK tersebar, seperti di Cikancung, Pacet, Kertasari Pangalengan, Ciwidey, Pasir Jambu, Cilengkrang, Cileunyi, Margaasih," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved