Anak Ridwan Kamil Hilang

MUI Jabar Minta Salat Gaib untuk Eril, Putra Ridwan Kamil Dilakukan Setelah Salat Jumat Pekan Ini

Ketua MUI Provinsi Jabar, Rahmat Syafei, meminta semua masjid di Jabar menggelar salat ghaib untuk Emmeril Kahn, , putra Gubernur Jabar Ridwan Kamil

Twitter via Serambi
Ridwan Kamil mengganti profil Instagram, memposting foto Eril duduk di Masjid Al-Irsyad sambil menatap tulisan Allah. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat, Rahmat Syafei, meminta semua masjid di Jawa Barat menggelar salat gaib untuk Emmeril Kahn Mumtadz, putra Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang dinyatakan hilang di Sungai Aare, Swiss, lebih dari sepekan lalu.


"Kami malam ini langsung akan membuat imbauan ke masyarakat melalui ketua-ketua MUI, mulai dari tingkat kota, kabupaten, dan kecamatan, untuk segera melaksanakan salat gaib," kata Rahmat Syafei di Kantor MUI Jabar, Kamis (2/6) malam.


Ia mengatakan hari Jumat (3/6) menjadi momentum yang sangat tepat untuk melaksanakan salat gaib. Maka nanti setelah jumat, jamaah diharapkan melaksanakan salat gaib.


"Tentu kami juga mendoakan khususnya dengan keluarga yang ditinggal dengan mendapatkan musibah ini kuat di dalam menghadapi musibah, dia adalah tenang, tegar, dan ini sudah takdir dari Allah. Maka yang paling bahagia, dalam pengertian, dia termasuk mati syahid. Dijamin masuk surga. Walau di akhirat nanti dijamin masuk surga, di dunia tetap wajib disalatkan," katanya 


Ia mengatakan imbauan ini didasari pada putusan yang diterimanya dari pihak keluarga dan KBRI di Swiss mengenai kondisi Emmeril yang sudah lebih dari sepekan dalam pencarian di perairan Sungai Aare.


"Berdasarkan informasi, data, dan suasana, meyakinkan kepada kami khususnya keluarga dari almarhum Emmeril Kahn Mumtaz, Bapak Gubernur Ridwan Kamil yang kita banggakan, serta semua keluarga," kata Rahmat.


Ia mengatakan sebelum membuat imbauan ini, ia harus meyakinkan bahwa Emmeril sudah wafat. Sebab, hal ini akan menjadi dasar langkah apa yang akan ditempuh selanjutnya.


"Namun dalam kondisi seperti ini, didasarkan bukan melihat, tapi berdasarkan data yang diperhitungkan sudah lebih dari lima hari, kemudian tenggelam di air, dan menurut logika logis dia sudah wafat," katanya.


Ia mengatakan, memang pencarian di lapangan belum menemukan jasad atau bagian jasad Emmeril. Bahkan pencarian masih dilanjutkan.


"Yang bertanggung jawab menyatakan putusan ini sudah menyatakan wafat, walaupun memang diketemukan nanti, ini ada dasar syariah, ditambah yang meyakinkan dari pihak yang bertanggung jawab dalam hal ini KBRI, kedutaan di sana," tuturnya.

 

Salat gaib pun sudah dilakukan oleh seluruh jajaran MUI Jabar beserta perwakilan keluarga besar Ridwan Kamil di Bandung. Adapun mereka juga sudah melakukan koordinasi langsung melalui zoom meting bersama keluarga di Swiss.

Baca juga: Ridwan Kamil dan Istri Kembali ke Indonesia: Di Sini di Sungai Aare, Mamah Lepaskan Kamu

"Karena sudah ada informasi langsung dari pihak yang bertanggung jawab dari Swiss, kemudian keyakinan berdasarkan syariat dan langkah-langkahnya sudah dikaji," katanya.

Pernyataan resmi dari keluarga besar Ridwan Kamil sendiri baru akan disampaikan pada Jumat (3/5/2022) kemungkinan di Gedung Sate atau Gedung Pakuan.

"Saya katakan kalau sudah yakin kita melakukan kewajiban adalah menyolatkan. Meski begitu, pencarian tetap dilakukan tidak masalah, sesuai keyakinan tadi. MUI Jabar (sudah salat gaib) karena ketentuan agama kalau meyakini sudah meninggal dunia dan diduga keras meyakini begitu, bahwa wajib segera disalatkan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved