Kemenag Kota Cirebon Pastikan Kekurangan Biaya Haji Tak Akan Bebani Calon Jemaah Haji

Kemenag Kota Cirebon memastikan kekurangan biaya haji tidak akan membebani calon jemaah haji, khususnya yang berasal dari Kota Cirebon.

Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
ILUSTRASI jemaah haji yang segera berangkat ke Tanah Suci. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Kemenag Kota Cirebon memastikan kekurangan biaya haji tidak akan membebani calon jemaah haji, khususnya yang berasal dari Kota Cirebon.

Kepala Kemenag Kota Cirebon, Moh Ahsan, meminta para calon jemaah haji asal Kota Cirebon fokus mempersiapkan pemberangkatan ke Tanah Suci pada 28 Juni 2022.

"Soal itu (kekurangan anggaran) tidak ada pengaruhnya, dan tidak ada tambahan biaya dari calon jemaah haji," ujar Moh Ahsan saat ditemui setelah penutupan Bimbingan Manasik Haji Massal di Islamic Center Kota Cirebon, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Kamis (2/6/2022).

Ia mengatakan, perihal kekurangan biaya haji yang mencapai Rp 1,5 triliun itu telah dibahas lebih lanjut oleh Kemenag RI dan DPR RI belum lama ini.

Ia memastikan calon jemaah haji tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk menutupi kekurangan anggaran itu.

Baca juga: Berikut Ini Jadwal Keberangkatan Calon Jemaah Haji Kota Bandung, Terbagi Empat Kloter

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, memastikan DPR RI telah menyetujui untuk menambah anggaran untuk menutupi kekurangan Rp 1,5 triliun itu.

Menurut dia, hal itu pun tidak akan membebani calon jemaah haji asal Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci mulai awal bulan ini.

"Untuk mencukupi kebutuhan kekurangan dana haji tahun ini menggunakan dari nilai manfaat dana haji yang dikelola BPKH dan dana efesiensi dana haji 2014 - 2019," kata Selly Andriany Gantina.

Ia mengaku sempat terkejut saat mendapat informasi dari Kemenag RI mengenai kekurangan anggaran itu sehingga Komisi VIII DPR RI langsung bergerak cepat.

Selly pun menyayangkan ketidakcermatan Kemenag RI dalam merencanakan pelaksanaan ibadah haji pada tahun ini.

Seharusnya, Kemenag bisa memprediksi segala kemungkinan, termasuk mengenai kenaikan pembiayaan haji di Arab Saudi sehingga hal semacam itu tidak boleh terulang kembali.

"Mismanajemen ini tidak boleh terjadi lagi ke depannya, apalagi baru diketahui mendekati pemberangkatan calon jemaah haji ke Tanah Suci," ujar Selly Andriany Gantina.
 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved