Polisi Dalami Pencemaran Sungai Cimeta yang Menjadi Merah, 3 Saksi Diperiksa, 1 Karung Diamankan

Polisi akhirnya turun tangan untuk melakukan penyelidikan terkait kasus pencemaran aliran Sungai Cimeta yang berubah warna merah di Padalarang, KBB

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Hilman K
Satgas Citarum Harum saat melakukan pengecekan aliran Sungai Cimeta yang airnya berwarna merah, Senin (30/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin


TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Polisi akhirnya turun tangan untuk melakukan penyelidikan terkait kasus pencemaran aliran Sungai Cimeta yang berubah warna di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).


Seperti diketahui, aliran sungai itu berubah berwarna menjadi merah dari mulai Desa Tagogapu hingga Cempaka Mekar setelah seorang warga membuang serbuk atau zat pewarna yang disimpan di dalam karung.


Kapolsek Padalarang, Kompol Darwan mengatakan, untuk mendalami kasus pencemaran limbah di aliran Sungai Cimeta itu pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi yang mengetahui asal mulai pencemaran tersebut untuk dimintai keterangan.


"Terkait pencemaran limbah di Sungai Cimeta, sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan dengan cara memeriksa tiga orang saksi," ujarnya di Padalarang, Rabu (1/6/2022).


Selain memeriksa tiga orang saksi pihaknya juga sudah mengamankan barang bukti berupa sampel karung berisi zat pewarna yang diduga menjadi penyebab air sungai berwarna merah.


"Satu karung plastik berisi zat kimia pewarna sebagai barang bukti sudah dibawa ke Polsek," kata Darwan.


Sementara terkait asal usul karung berisi zat pewarna tersebut, pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari warga sekitar karena di sekitar Desa Tagogapu dan Cempakamekar tidak terdapat pabrik tekstil. 

Baca juga: DLH Jabar Tindaklanjuti Dugaan Pencemaran di Sungai Cimeta di Bandung Barat


Berdasarkan penyelidikan sementara, bahwa karung yang berisi zat warna merah itu sudah lebih dari setahun berada di pinggir sungai tersebut, bahkan ada juga warga yang menjadikan karung itu sebagai tanggul untuk menahan luapan air.


"Namun orang itu sepertinya tidak mengira bahwa karung tersebut berisi zat pewarna, yang kena air langsung mencair hingga memerahkan Sungai Cimeta," ucapnya.


Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan zat kimia yang menyebabkan air menjadi berwarna merah tersebut karena masih dilakukan penelitian di laboratorium.


 "Kandungan zat pewarnanya masih diuji, yang jelas perubahan warnanya hanya kemarin saja, sekarang air Sungai Cimeta sudah kembali normal," ujar Darwan. (*)

Baca juga: Air Sungai Cimeta Jadi Merah, Diduga Akibat Tercemar Limbah Pewarna Kain

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved