Polres Cirebon Kota Ringkus Buronan Bentrokan Geng Motor yang Sempat Kabur ke Ambon

Buronan bentrokan geng motor di Kota Cirebon berhasil diringkus setelah sempat kabur ke Ambon. Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar, mengatakan

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar
Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar, beserta jajarannya saat menunjukkan sejumlah barang bukti dalam konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Selasa (31/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi


TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Buronan bentrokan geng motor di Kota Cirebon berhasil diringkus setelah sempat kabur ke Ambon.


Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar, mengatakan, buronan itu berinisial AL (25) warga Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon.


Menurut dia, bentrokan yang melibatkan AL dan rekannya dengan kelompok korban terjadi pada Minggu (20/6/2021) kira-kira pukul 03.00 WIB di wilayah Kota Cirebon.


Saat itu, kelompok tersangka menganiaya korban menggunakan senjata tajam, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.


"AL sempat kabur ke Ambon, Maluku, tetapi kami berhasil mengamankannya saat pulang ke Kota Cirebon," ujar M Fahri Siregar saat konferensi pers di Mapolres Cirebon Kota, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Selasa (31/5/2022).


Ia mengatakan, dalam bentrokan itu AL yang membawa sebilah pedang sebenarnya lebih dulu terkena sabetan celurit di tangan kanannya.


Namun, pedang yang dipegangnya terjatuh dan secara tidak sengaja mengenai kepala korban sehingga langsung tersungkur tidak berdaya.


Bahkan, keduanya juga sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis akibat sama-sama mengalami luka sabetan senjata tajam.


"Tetapi pada keesokan harinya AL kabur dari rumah sakit, kemudian melarikan diri ke Ambon, dan berhasil kami amankan pada pekan lalu," kata M Fahri Siregar.


Fahri menyampaikan, dalam bentrokan itu AL bersama delapan rekannya yang kini telah divonis pengadilan terbukti menganiaya korban menggunakan senjata tajam.

Baca juga: Setelah Diburu Setahun Lebih, Buron Kasus Tawuran Pemuda di Kota Cirebon Diringkus Saat Menambal Ban


Akibat perbuatannya, tersangka dijerat UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 juncto Pasal 170 KUHP dan diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.


Sementara peristiwa bentrokan itu diawali aksi saling tantang melalui direct message (DM) di Instagram masing-masing kelompok tersebut.


"Mereka menyepakati lokasi dan waktu bentrokannya, kemudian saling serang hingga menimbulkan korban luka-luka," ujar M Fahri Siregar. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved