KISAH Mengharukan, Tiga Bersaudara Bersatu Kembali 75 Tahun setelah Pemisahan India-Pakistan

Baru bulan April lalu, wanita itu akhirnya bertemu saudara laki-lakinya, Gurmukh Singh dan Baldev Singh, untuk pertama kalinya.

Editor: Hermawan Aksan
Kompas.com
Tangkap layar Gurmukh Singh (kiri) dan Baldev Singh (kanan) bertemu saudara perempuan mereka Mumtaz Bibi (tengah) setelah 75 tahun.(PUNJABI SANJH TV via YOUTUBE) 

TRIBUNJABAR.ID - Sangat mengharukan. Seorang wanita Pakistan yang terpisah dari keluarga selama insiden “Pemisahan 1947” bertemu dengan saudara-saudaranya dari India untuk pertama kalinya setelah 75 tahun.

Mumtaz Bibi terpisah dari keluarga Sikhnya selama kekacauan 1947.

Baru bulan April lalu, wanita itu akhirnya bertemu saudara laki-lakinya, Gurmukh Singh dan Baldev Singh, untuk pertama kalinya di Kartarpur Sahib Gurdwara di Pakistan.

"Kami sangat senang bahwa kami bisa bertemu saudara perempuan kami saat kami masih hidup," kata Gurmukh Singh sebagaimana dilansir BBC.

Pada 1947, pemisahan menyebabkan terciptanya dua negara merdeka: India dan Pakistan.

Peristiwa itu tercatat sebagai salah satu momen pergerakan orang terbesar dalam sejarah, di luar perang dan kelaparan.

Hampir 12 juta orang menjadi pengungsi dan antara setengah juta hingga satu juta orang terbunuh dalam kekerasan agama.

"Kekerasan juga menghancurkan kami," kata Gurmukh Singh, yang kini berusia pertengahan 70-an.

Ayah mereka Pala Singh telah pindah dari Pakistan ke distrik Patiala di negara bagian Punjab di India, setelah istrinya terbunuh di Pakistan selama kekerasan.

"Ketika dia mengetahui tentang kematian istrinya, dia mengira putrinya juga dibunuh."

"Setelah itu dia menikahi saudara iparnya (seperti tradisi pada masa itu)," kata Baldev Singh, bungsu dari tiga bersaudara.

Namun di Pakistan, Mumtaz Bibi ditemukan oleh pasangan muslim yang mengadopsi dan membesarkannya.

"Sekitar dua tahun lalu, putra kami mengetahui tentang saudara tiri kami dengan bantuan media sosial," kata Baldev Singh.

Mumtaz, yang sedang mencari keluarga, kemudian berbicara dengan YouTuber Pakistan Nasir Dhillon.

Halaman
1234
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved