Ekonomi di Bandung Belum Pulih, Edwin Sarankan Kerja Sama Wisata dengan Daerah Ini dan Genjot Pajak

Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya menilai, meskipun sudah ada geliat ekonomi, laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandung masih belum pulih

Penulis: Tiah SM | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Cipta Permana
Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya menilai, meskipun sudah ada geliat ekonomi, namun laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandung masih belum pulih sepenuhnya.

Hal ini terlihat dari laju pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya 5 % -7 % , tahun ini baru di angka 3 % .

“Pertumbuhan ekonomi belum bisa dibilang kembali  normal. Tapi harus kita apreseasi geliat ekonomi itu ada, namun harus ditingkatkan karena PAD kita di angka 3, sekian triliun rupiah,” ujar Edwin di Gedung DPRD Kota Bandung,  Selasa (31/05)

Ia mengatakan, hal yang menghambat kembalinya laju pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung, adalah karena kekosongan jabatan wali kota beberapa waktu lalu dan hal lain juga ikut menunjang dan menjadi  penyebabnya.

“Ya mungkin, karena kemarin posisi wali kota dalam keadaan kosong cukup lama sehingga LPE agak tersendat,” katanya.

Edwin berharap dengan dilantiknya Yana Mulyana sebagai Wali Kota Bandung definitif, bisa membuat pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung melaju cepat, mengejar ketertinggalan. Meski tidak didampingi wakil wali kota.

“Kami juga tidak bisa meraba atau memprediksi apa kesulitan yang dihadapi wali kota Bandung tanpa ada wakil. Ya baru bisa kita lihat performa kerjanya pada akhir tahun mendatang,” katanya.

Menurutnya, beberapa sektor pajak yang bisa digenjot sekarang di antaranya pajak hotel dan restoran dan pajak tempat hiburan.

“Pasalnya beberapa mata pajak seperti PBB, pajak air tanah, targetnya  hanya segitu-gitunya. Sedangkan untuk pajak hiburan, pajak hotel dan restoran masih bisa digenjot dan diupayakan menjadi penghasilan yang maksimal,” katanya.

Edwin juga menilai sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang bisa digenjot pemasukannya. 

Untuk meningkatkan pariwisata harus berkerja sama dengan pemerintah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, yang memiliki destinassi wisata alam.

Kota Bandung memiliki kelebihan lain di bidang pariwisata, yaitu hotel yang lebih banyak dan fasililtas yang memadai, wisata kuliner dan wisata belanja.

“Jika semua dikolaborasikan, bisa membawa dampak positif baik bagi Kabupaten Bandung, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya.

Edwin menilai, sekarang yang bisa dilakukan Pemkot Bandung adalah membuat promosi besar-besaran sehingga banyak wisatawan yang datang ke Kota Bandung.

Karena, menurut Edwin, belakangan ini Kota Bandung seperti tidak mempunya ciri khas yang mudah diingat dan tidak punya daya tarik tersendiri untuk mendatangkan wisatawan.

“Kalau DKI kan punya formula E. Kota Bandung harus berusaha menarik wisawatan, misalnya kembali menggebyarkan peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB)," ujarnya.

Di sisi lain, terkait pemulihan ekonomi yang melibatkan UMKM, Edwin berpesan, jangan sampai program-program yang dimiliki oleh dinas-dinas di Kota Bandung ini hanya merupakan seremonial saja.

Tanpa benar-benar menyentuh UMKM di level bawah.  (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved